Senin, 28 Sep 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali
Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan

Pangempon Diminta Menyemprot Kawasan Pura Disinfektan

14 September 2020, 20: 33: 26 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Pangempon Diminta Menyemprot Kawasan Pura Disinfektan

Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS –Seluruh pangempon pura di Buleleng diimbau untuk menyemprotkan cairan disinfektan jelang hari Raya Galungan dan Kuningan.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Buleleng. Terlebih saat ini jumlah kumulatif kasus Covid-19 tercatat mencapai 729 orang.

Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, menjelaskan, mobilisasi masyarakat saat hari Raya Galungan dan Kuningan sangat tinggi. Pihaknya juga meminta,  pangempon pura untuk menyediakan tempat cuci tangan dan masker untuk para pamedek. Ini perlu dilakukan karena kasus Covid-19 di Buleleng saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. 

“Saat perayaan Galungan dan Kuningan, akan banyak masyarakat Buleleng yang pulang kampung untuk sembahyang. Jadi, kami bersama PHDI dan MDA mengimbau kepada masyarakat, untuk melaksanakan protokol kesehatan. Pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Pengurus pura diimbau menyediakan sarana dan prasarana dalam menerapkan protokol kesehatan itu, ” jelas Sutjidra, Senin (14/9) siang. 

Terkait perkembangan kasus Covid-19 di Buleleng,  Senin (14/9),  ada penambahan dua kasus kematian, dan dua kasus terkonfirmasi. Dua kasus kematian masing-masing berasal dari Kecamatan Buleleng dan Gerokgak. 

Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan, pasien meninggal dunia asal Kecamatan Buleleng, berjenis kelamin perempuan, dan berusia 47 tahun. Selain hasil swab testnya positif, pasien yang meninggal pada akhir Agustus lalu ini juga memiliki riwayat sakit diabetes.  

Selanjutnya pasien meninggal dunia asal Kecamatan Gerokgak, berjenis kelamin laki-laki, dan berusia 68 tahun. Pasien meninggal dunia, Minggu (13/9) kemarin, dengan hasil swab test positif serta memiliki penyakit penyerta berupa gagal ginjal. Dengan demikian, angka kasus kematian Covid-19 di Buleleng saat ini sudah mencapai 20 orang.

Terkait penambahan dua kasus terkonfirmasi, seluruhnya berasal dari Kecamatan Buleleng. Dengan adanya penambahan dua kasus ini, jumlah kumulatif pasien Covid-19 di Buleleng sejak Maret hingga saat ini sudah mencapai 729 orang, 626 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh. 

Sementara yang masih dirawat sisa 83 orang. Dengan rincian 20 orang dirawat di RSUD Buleleng. Satu orang dirawat di RS Bali Med Singaraja. 12 orang dirawat di RS Kertha Usada. Dua orang di RS Karya Dharma Usada. Dua orang di RS Shanti Graha Seririt. Satu orang di RSJ Bangli. Dan, 45 sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news