Sabtu, 24 Oct 2020
baliexpress
Home > Bali Under The Moon
icon featured
Bali Under The Moon

Nyanyian Dharma, Satu Jalan, Realisasi Tentang Kegelisahan Budjana

17 September 2020, 09: 31: 07 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Nyanyian Dharma, Satu Jalan, Realisasi Tentang Kegelisahan Budjana

SINGKAT: Budjana didampingi Gung Ocha, dipandu Gus Mantra, saat sesi syuting singkat di Patal Kikian Villas, Spa & Restaurant, Sidemen Karangasem, Kamis (17/9) pagi (IKG Doktrinaya/Bali Express)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS -Terbentuknya Grup Nyanyian Dharma yang digagas musisi Dewa Budjana bersama Gusti Agung Bagus Mantra, bersumber dari kegelisahan hati seorang Budjana  karena ingin menyuguhkan cara yang  berbeda, yang benar benar simbolik kebersamaan lewat musik. Di sisi lain, umat Hindu juga belum punya  album rohani.

Ide tetsebut akhirnya disambut sejumlah musisi Bali dan  Nasional, seperti penyanyi Trie Utami, musisi Gilang Ramadhan, Indra Lesmana, Ronald. Sedangkan musisi Bali ada  Balawan, Rico, Dody, Deny Surya, Gede Kurniawan, Gus Wicak, Gung Ocha, Anggi Mang Gita, Gung Wirasutha, juga Ayu Laksmi, dan Sandrina, yang kemudian terus berkembang melibatkan mudisi lainnya, sejak album Nyanyian Dharma pertama dirilis 1998. Demikian dibeber gitaris grup GIGI  di Patal Kikian Villas, Spa & Restaurant, Sidemen Karangasem, Kamis (17/9)  pagi. 

Budjana yang didampingi penyanyi Gung Ocha, dipandu Gusti Agung Bagus Mantra, jelang tampil Live On Nature ketiga di Taman Ujung, mengaku senang karena Grup Nyanyian Dharma akhirnya jadi pergerakan sosial musisi untuk  wujudkan kepedulian lewat musik, sekaligus untuk membantu korban bencana alam dan aktivitas sosial lainnya, tanpa melihat perbedaan warna.

Bahkan, bisa tampil di Amerika dan India, dan berbagai wilayah di Indonesia. Ocha yang melejit lewat lagu Taksu ini pun mengaku bangga karena  secara tidak langsung  turut makin memaknai arti sebuah dharma, juga tentang spiritual.

Di masa pandemi Covid-19, lanjut Budjana, kegelisahannya itu kembali muncul karena di lain sisi masih banyak  yang justru memasalahkan perbedaan. Sebagai seorang komposer, pencipta lagu, juga produser, Budjana akhirnya menciptakan lagu bertajuk Satu Jalan.

"Pandemi banyak sisi negatif, tapi saya juga banyak melihat hal positif, terutama untuk berkarya, juga menggalang kebersamaan saling membantu," terang Budjana yang pulang ke Bali didampingi istri, Borawati.

Melihat situasi global ini, tercetus ingin melibatkan semua orang dari musisi mewakili daerah masing masing. Budjana lantas menciptakan lagu Satu Jalan, yang melibatkan penyanyi dan musisi dari berbagai wilayah Indonesia dan mewakili darahnya masing masing, seperti Flores dan Aceh, Kalimantan.

Bahkan, lagu yang liriknya ditulis Trie Utami ini dinyanyikan dengan bahasa daerahnya masing masing, hanya reffnya saja berbahasa Indonesia.

" Lagu Satu Jalan, konsepnya sama dengan Nyanyian Dharma. Ini diciptakan untuk semuanya dan dinyanyikan untuk semua. Satu jalan untuk kembali saling mencinta, kembali menjadi saudara karena di hadapan-Nya, kita semua sama," pungkas Budjana yang juga terlibat di album rohani Islam, Kristen, dan Budha ini.

(bx/rin/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news