Selasa, 20 Oct 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Dilaporkan Hilang 1,5 Tahun Lalu, Keberadaan Rifki Mulai Terkuak

24 September 2020, 21: 50: 21 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dilaporkan Hilang 1,5 Tahun Lalu, Keberadaan Rifki Mulai Terkuak

MISTERI : City car Mitsubishi Mirage milik Kadek Rifki Cahyadi yang ditemukan di sebuah jurang di wilayah Sukasada, Buleleng. (ISTIMEWA)

Share this      

Lebih 1,5 tahun lalu, tepatnya Januari 2019, penemuan city car Mitsubishi Mirage di sebuah jurang di wilayah Sukasada, Buleleng menyisakan misteri. Sang pemilik, Kadek Rifki Cahyadi, 32, yang awalnya diduga kecelakaan tak pernah ditemukan. Kini, perlahan, tabir mulai terkuak.

 

SEKADAR mengingatkan, kala itu, pada 26 Januari 2019, usai penemuan Mitsubishi Mirage yang terbalik, polisi yang melakukan olah TKP, tidak menemukan ada tanda-tanda kecelakaan, meski kondisi mobil cukup ringsek. Terlebih, Basarnas yang melakukan pencarian, tidak menemukan siapapun di sekitar TKP.

Di Kota Denpasar, istri Kadek Rifki, Chyntia Dini Poernamasari, 33, pada 27 Januari 2019 melaporkan suaminya hilang ke Mapolsek Denpasar Selatan (Densel). Dan diketahui, mobil yang ditemukan di Sukasada adalah mobil Rifki. Namun, hari demi hari, polisi masih kesulitan mengungkap keberadaan Rifki. Pun soal penemuan mobil tersebut. Lantaran si pelapor, Chyntia tidak kooperatif. Sejumlah pihak pun menduga ada yang janggal dari kasus itu.

Seiring waktu, dugaan itu tampak benar adanya. Kabar mengejutkan datang. Rifki, yang seorang bos koperasi itu, ternyata keberadannya disebut-sebut terdeteksi di Jogjakarta bersama istrinya, Chyntia.

Hal tersebut terendus setelah seseorang bernama Trisulis mengaku menjadi korban penipuan arisan yang diadakan oleh istrinya Kadek Rifki. “Saya menjadi korban arisan dari perempuan bernama Evelyn Amanda Wijaya. Dia itu orang yang sama, yang bernama Chyntia Dini Poernama Sari. Di sini (Jogja) namanya Evelyn,” ungkap Trisulis kepada media melalui sambungan telepon.

Orang yang mengaku bernama Evelyn itu, menurut Tri, telah menggelapkan uang arisan sejumlah Rp 1 miliar, dibawa lari oleh Evelyn. “Saya sendiri rugi Rp 22 juta. Sebenarnya yang ikut istri saya. Korban lainnya juga ada yang rugi Rp 50 juta hingga Rp 100 juta,” jelasnya lagi.

Bukti yang membuat Trisulis yakin bahwa Evelyn dan Chyntia merupakan orang yang sama, adalah dari bukti foto korban di SIM yang dilaporkan hilang di Polsek Denpasar Selatan sama persis dengan orang yang ditemi korban di Jogja.

Selain bukti foto, pengakuan istri Rifki kepada korbannya di Jogya juga bahwa suaminya hobi mancing.Ketika melapor ke Polsek Densel, Chyntia mengaku suaminya (Rifki) hobi mancing. Hal yang sama dia ceritakan kepada korbannya di Jogja.

Para korban mengaku tidak menaruh curiga terhadap Evelyn. Arisan bernilai fantastis tersebut dimulai pada awal tahun 2020 di Kota Gudeg tersebut. Mereka tidak mengetahui bahwa Evelyn atau yang diduga Chyntia tersebut pernah melaporkan suaminya hilang di Bali. “Awalnya tidak ada yang mencurigakan. Baru setelah bermasalah, kami mencari informasi. Dan ketahuan jika dia pernah melaporkan suaminya hilang,” tuturnya lagi.

Dari bukti yang ditunjukkan korban, terindikasi kuat korban menggandakan Kartu Keluarga (KK) serta identitas lainnya untuk menghilangkan jejak. Trisulis mengaku sudah melaporkan kasus tersebut ke Polda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIY).

Seperti pernah diberitakan koran ini, pada tahun lalu, istri Rifki melapor ke Polsek Denpasar Selatan bahwa suaminya telah hilang. Rifki meninggalkan rumah yang berada di Jalan Tukad Balian, Denpasar menggunakan mobil Mitsubishi Mirage. Dari laporan istrinya, Rifki keluar untuk menagih uang koperasi.

Tetapi setelah pamit, istrinya mengaku suaminya tidak pernah pulang lagi sehingga dia membuat laporan kehilangan ke Polsek Denpasar Selatan.

Pihak Polsek kemudian melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. Pada (27/1/2019) mobil Kadek Rifki, yang dia gunakan saat pamit terakhir, ditemukan di sebuah jurang di wilayah Sukasada, Buleleng. Tetapi anehnya, tidak ada orang dalam mobil tersebut. Petugas yang mencari jejak orang kecelakaan di sekitar TKP jika tidak menemukan.

Hal yang mengganjal lainnya, setelah melaporkan suaminya hilang, Chyntia juga ikut menghilang. Dia tidak pernah memenuhi panggilan polisi untuk dimintai keterangan sebagai pelapor.

Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya saat dikonfirmasi, Kamis (24/9) menerangkan hal tersebut. “Kami sudah berapa kali memanggil Chyntia sebagai pelapor untuk dimintai keterangan, tapi tidak pernah memenuhi panggilan. Ketika kami datang ke rumah kontrakannya di Jalan Tukad Balian, pelapor juga sudah tidak ada,” beber Kompol Wirajaya. Hingga saat ini, pihak Polsek Denpasar Selatan belum bisa memeriksa pelapor karena tidak pernah datang saat dipanggil Polsek Denpasar Selatan.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news