Sabtu, 24 Oct 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Permintaan Relaksasi Kredit Finance Turun Tipis

30 September 2020, 21: 09: 50 WIB | editor : Nyoman Suarna

Permintaan Relaksasi Kredit Finance Turun Tipis

TURUN TIPIS: Aktivitas transaksi di Kantor FIF Denpasar. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Meskipun pemerintah pusat secara resmi memberikan fasilitas relaksasi terhadap kredit perbankan dan finance untuk masyarakat, namun sejak bulan Maret lalu, permintaan relaksasi kredit di finance di Bali tidak terlalu banyak.

Branch Manager (BM) FIFGROUP Denpasar, Made Kunang Satria Wibawa ketika ditemui, Rabu (30/9), mengakui jumlah nasabah yang mengajukan relaksasi selama wabah korona melanda kurang dari 30 persen dari total jumlah nasabah yang terdaftar secara aktif di FIF. "Nasabah yang mengajukan relaksasi kurang dari 30 persen dari total nasabah aktif yang ada di Bali," jelasnya.

Dilanjutkan Kunang, total nasabah FIFgroup di Bali per bulan Juli tahun 2020 mencapai 134.500 orang, sedangkan yang mengajukan relaksasi hanya sebesar 25.801 orang nasabah yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali.

Sedangkan untuk nasabah di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar mencapai 85 ribu orang dan yang mengajukan relaksasi sebanyak 25.500 orang atau sebesar 30 persen dari total nasabah yang terdaftar.

Untuk permintaan refinancing (dana tunai), Kunang mengatakan, selama periode enam bulan terakhir tercatat mengalami penurunan yang paling kecil atau kurang dari 20 persen. Dari 3.000 orang per bulannya  sebelum pandemic, menjadi 2.200 orang per bulannya. "Kredit dana tunai ini mengalami penurunan yang paling kecil karena kebutuhan dana tunai di masyarakat masih tumbuh pisitif," lanjutnya.

Senada dengan Kunang, Padmi Saraswati dari Axa Mandiri juga mengakui hal yang sama. "Selama masa pandemi, permintaan relaksasi kredit di Axa Finance mengalami penurunan sekitar 30 persen dari total jumlah nasabah," jelasnya.

(bx/gek/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news