Sabtu, 28 Nov 2020
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Pura Agung Wira Loka Natha Cimahi Butuh Uluran Tangan Semeton Hindu

04 Oktober 2020, 10: 09: 25 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pura Agung Wira Loka Natha Cimahi Butuh Uluran Tangan Semeton Hindu

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Cimahi, Drs Nyoman Sukadana . (I)

Share this      

Pura tertua di Cimahi, Bandung dan sekitarnya, Pura Agung Wira Loka Natha Cimahi di Jalan Sriwijaya Raya No D-11, Karang Mekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat membutuhkan uluran tangan umat Hindu di seluruh Nusantara. Terutama bagi mereka yang pernah menjadikan pura ini sebagai “kawitan” karena sempat tinggal baik itu bekerja maupun kuliah di Bandung dan sekitarnya.

Proposal lengkap silakan klik link berikut: Surat Permohonan Bantuan dan Proposal Renovasi GSG Pura Agung Wira Loka Natha Cimahi. Dana punia bisa disalurkan melalui rekening Yayasan Wira Loka Natha No 132-00-2257965-1 (Bank Mandiri).

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Cimahi, Drs  Nyoman Sukadana mengatakan, pura ini mulai dibangun pada 1976. Kemudian diresmikan oleh Danjen Kobangdiklat Mayjen TNI Alex Prawiraatmadja pada 14 Juli 1978.

Pura Agung Wira Loka Natha Cimahi Butuh Uluran Tangan Semeton Hindu

RENOVASI: Proses renovasi Gedung Serba Guna di Pura Agung Wira Loka Natha Cimahi. (istimewa)

“Namun secara ritual Hindu, pura ini diresmikan pada 15 Juli 1978 atau bertepatan dengan Hari Raya Saraswati,” kata Sukadana. Pemlaspasan dipimpin oleh Ida Pedanda Gde Oka Telaga dengan upacara ngenteg linggih.

Pembangunan pura ini tidak lepas dari peran mendiang Letjen TNI (Purn) IB Sudjana yang pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  RI tahun 1993-1998. “Tapi waktu itu, beliau masih berpangkat Kapten dan ditunjuk sebagai ketua panitia pembangunan,” kata Sukadana.

Kini, setelah lebih adari 40 tahun, beberapa bagian dan bangunan mulai mengalami penurunan usia pakai. Dari bagiantersebut, sebagian sudah direnovasi. Antara lain Bale Piyasan, Bale Gong, Bale Piyasan Utara, Bale Piyasan Selatan, Bale Pawedan, Pelataran Padmasana dan Anglurah, serta Candi Bentar.

Sekarang, Gedung Serba Guna sudah saatnya direnovasi dan dikembangkan. Karena beberapa bagian dari bangunan tersebut juga telah mengalami kerusakan dan penurunan usia pakai.

“Untuk itu, kami mohon kepada umat Hindu di seluruh Indonesia berkenan membantu proses renovasi ini. Termasuk bagi mereka yang pernah menjadikan Pura Agung Loka Natha Cimahi sebagai “kawitan” saat tinggal di Bandung dan sekitarnya,” harap Sukadana.

Hal itu dia sampaikan karena saat ini banyak umat Hindu yang dulu pernah tinggal di Bandung dan sekitarnya sudah menjadi orang hebat. Baik itu, pengusaha maupun pejabat. “Termasuk Pak Gubernur Bali (I Wayan Koster, Red) juga pernah tinggal di Bandung,” ungkapnya.

Sebagai gambaran, Gedung Serba Guna (GSG) yang direnovasi ini terdiri dari empat ruangan dengan ukuran masing-masing 4 x 5 meter, dan satu teras. Dua ruangan dimanfaatkan untuk ruang kelas. Satu ruangan untuk ruang administrasi pasraman dan satu lagi untuk penyimpanan peralatan upacara keagamaan di Pura Agung Wira Loka Natha Cimahi.

“Rencananya gedung lama ini akan dibongkar dan dibangun gedung baru,” kata Nyoman Sukadana.

Karena memang saat ini umat Hindu di Cimahi dan sekitarnya membutuhkan tempat yang lebih representative untuk melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan dan sekolah pendidikkan Agama Hindu (Pasraman).  

Untuk diketahui, jumlah siswa dan siswi Pasraman per akhir 2019 berjumlah 132 orang. Terdiri dari 120 siswa SD, SMP, dan SMA/SMK. Sedanghkan 12 Orang PAUD. “Akibat keterbatasan ruangan, rombhongan belajar pun terpaksa dibagi jamnya,” katanya.

Untuk itu, kata ketua PHDI Kota Cimahi tersebut, pihaknya membuat rencana renovasi gedung serba guna.  “Saya berharap mereka yang sudah punya rezeki berlebih tidak melupakman “kawitannya” di Cimahi,” katanya.

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news