Sabtu, 24 Oct 2020
baliexpress
Home > Enjoy Bali
icon featured
Enjoy Bali

Lima Pelukis Pameran Maknai Pandemi Covid-19 Sebagai Spirit

05 Oktober 2020, 16: 54: 18 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Lima Pelukis Pameran Maknai Pandemi Covid-19 Sebagai Spirit

PAMERAN : Pameran lukisan penyemangat hadapi pandemi Covid-19, digelar di Suarti Boutique Village, Ubud, Gianyar. (istimewa)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Pelukis di Ubud gelar pameran di Suarti Boutique Village, Ubud, Gianyar. Momen tersebut dijadikan untuk mengajak masyarakat segera bangkit  dan jengah. Lewat pameran bertajuk 'The Spirit of Covid-19', pelukis mengajak masyarakat untuk melupakan sejenak wisatawan asing dan pariwisata.

Lima pelukis yang menggelar karyanya adalah I Kadek Rudiantara alias Aboetd, Agus Eri Putra, Nanang Ar, Ketut Weces, serta Dewa Merta Nusa. Mereka yang menekuni bidang kanvas dari aliran berbeda ini, memiliki satu tekad, yakni menjadikan pandemi Covid-19 ini sebagai penyemangat.  

“Kami  tidak ingin Covid-19 ini mematikan semangat Bali dan bangsa ini. Karena itu, kami jadikan virus ini sebagai penyemangat untuk tetap hidup  yang  berdinamika. Virus Korona bukan akhir dari segalanya, namun  awal kebangkitan,” jelas Rudiantara, Senin (5/10)

Dengan  baragam tema di bidang kanvas dan kertas, puluhan lukisan yang mereka pajang di Suarti Boutique Village, Ubud, seakan menebarkan senyum  dan mencoba menghilangkan kesedihan masyarakat.  

Melalui karya dan tebaran kata-kata mutiara, mereka mengajak masyarakat untuk kembali bekerja dan bekerja dengan konsep era baru. Karena Bali sejatinya  tetap bisa eksis sebagaimana spirit kehidupan  Bali tempoe doeloe yang tidak tergantung dengan pariwisata.

“Mari kita lupakan bule dan gemerincing dolarnya. Gugur hotel kita buat sawah lagi,  gugur restoran kita buat warung lagi. Mari kita menjadi pelayan, penikmat dan majikan di tanah Bali ini,”  jelasnya.

Ketut Weces yang menekuni aliran tradisiol menyebutkan, pameran ini bertujuan untuk memberikan situasi baru di tengah Pandemi Covid-19. Meski dihadapkan dengan permasalahan global, tetapi para seniman lukis tetap berusaha untuk tidak menyurutkan niat berkesenian dan bergaul di kancah seni rupa.

“Selama pandemi ini, memang banyak yang loyo. Bahkan banyak rekan seniman yang tidak bisa mengekspresikan diri. Kami mengharapkan upaya ini bisa menjadi contoh dan motivasi untuk sektor lain,” ucapnya. 

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news