Sabtu, 24 Oct 2020
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Pamedal Agung Miring, Pemkab Klungkung Berencana Lakukan Restorasi

14 Oktober 2020, 12: 09: 33 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pamedal Agung Miring, Pemkab Klungkung Berencana Lakukan Restorasi

SEDIKIT MIRING: Banguna Pamedal Agung di kompleks objek wisata Kertha Gosa, Klungkung, kini kondisinya sedikit miring, karena bagian bawahnya amblas. (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS - Kondisi Pamedal Agung yang berlokasi di kompleks objek wisata Kertha Gosa, Klungkung, kondisinya tak utuh lagi. Pamedal yang disakralkan itu sedikit miring ke barat dan selatan, karena bagian bawahnya ambles. Selain itu, kondisi bangunan juga mulai rapuh. Bahkan beberapa bagiannya rontok akibat tertimpa layang-layang, belum lama ini. 

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Klungkung Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana, Selasa (13/10) kemarin.

Ida Bagus Jumpung tidak tahu sejak kapan Pamedal Agung itu miring. Yang jelas, bangunan yang sudah ada sejak zaman kerajaan tersebut kondisinya sudah diketahui pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Kebetulan, pihak balai mengambil dokumentasi bangunan tersebut, belum lama ini. “Sekalian saya sampaikan kondisinya. Katanya mau dilakukan kajian. Bapak bupati juga sudah sempat meninjau,” ungkapnya.

Melihat kondisi bangunan tersebut, pemerintah setempat berencana melakukan restorasi. Namun menunggu hasil kajian dari BPCB. Sambil menunggu itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan Puri Agung Klungkung. Sebab selain bangunan peninggalan zaman kerajaan, status kepemilikan aset hingga saat ini juga belum jelas. “Harapan pihak puri supaya ada restorasi. Diupayakan jangan sampai roboh,” ujar Ida Bagus Jumpung.

Secara terpisah, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta membenarkan Pamedal Agung sedikit miring. Sebagai upaya mempertahankan, pemerintah berencana melakukan restorasi. “Pamedal Agung sedang disiapkan kajian untuk restorasi,” tegas Suwirta. Kajian dibuat BPCB bersama Tim Cagar Budaya Pemkab Klungkung.

Panglingsir Gria Pidada Klungkung Ida Bagus Pidada Kaut saat diwawancara pada 18 Desember 2018 silam menuturkan, Pamedal Agung merupakan bangunan yang disakralkan. Dibangun sekitar abad ke-17. Dulunya merupakan pintu utama keluar masuk Puri Semarajaya. Berdasarkan cerita orang tuanya, Pamedal Agung dibangun dua sangging bersaudara asal Sesetan, Denpasar. Sebelum membangun Pamedal Agung itu, salah seorang sangging yang hobi memancing di laut secara tiba-tiba melihat air laut surut, lalu muncul bayangan candi yang diyakini Candi Dwarawati. Kemunculan bayangan candi itu akhirnya menjadi inspirasinya dalam membangun Pamedal Agung. “Siapa yang berniat merusak bangunan itu, akan melihat kawasan itu adalah laut,” ujar Pidada Kaut.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news