Selasa, 20 Oct 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Pelaku UMKM Kembali Diusulkan Dapat Bantuan

15 Oktober 2020, 19: 32: 12 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Pelaku UMKM Kembali Diusulkan Dapat Bantuan

Kepala Disdagprinkop UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta. (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Sebanyak 1.500 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Buleleng, kembali diusulkan untuk mendapat Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM).

Pengusulan bantuan ini, dilakukan oleh lembaga koperasi yang selama ini menaungi usaha kecil mereka.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagprinkop UKM) Buleleng, Dewa Made Sudiarta, mejelaskan, bantuan ini diberikan bagi anggota koperasi di Buleleng yang punya usaha mikro. 

Sebelumnya di Buleleng sudah ada sebanyak 30.100 pelaku UMKM diusulkan memeroleh bantuan diluar Kementerian Koperasi. Dari usulan tersebut, yang sudah terealisasi sebanyak 23.000 pelaku usaha. 

Saat ini melalui Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah RI kembali mengusulkan program Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM). "Saat ini sudah dalam tahap usulan oleh koperasi terhadap anggotanya. Tercatat 1.500 usulan, kami di dinas sebagai tembusannya saja," kata Dewa Sudiarta, Kamis (15/10) siang.

Terkait besaran bantuan yang akan diterima, dijelaskan Dewa Sudiarta, bantuan pusat ini hanya sekali didapat, yakni sebesar Rp 2,4 juta per pelaku UMKM. Syaratnya, sudah lunas maupun belum pernah mendapatkan bantuan modal dari perbankan, seperti kredit usaha rakyat (KUR).

Selain itu, belum pernah mendapat bantuan stimulus usaha (BSU) atau sejenisnya dan mempunyai KTP elektronik. "Syarat khusus, asetnya tidak boleh melebihi Rp 50 Juta diluar tanah bangunan.

Omzetnya tidak boleh melampui Rp 300 juta, usahanya masih aktif dan produktif, tidak menjadi anggota, termasuk pensiunan PNS, TNI-Polri, BUMN, BUMD," jelas Dewa Sudiarta.

Nantinya usulan BPUM ini, akan diverifikasi langsung oleh pemerintah Pusat. Sedangkan, kabupaten hanya sebagai tembusan dan fasilitator.

"Data penerima ini akan discreen, dicleansing diinput by nomor induk kependudukan, sehingga terlihat UMKM yang sudah maupun belum mendapat BSU atau sejenisnya. Lalu yang mendapat BLT-DD, BST dan bantuan sejenis yang sifatnya perorangan boleh mendapatkan BPUM," ungkap Dewa Sudiarta.

Dengan bantuan ini, diharapkan Dewa Sudiarta, nantinya pelaku UMKM dapat berproduksi secara maksimal di tengah resesi ekonomi saat ini.

"Ini untuk menggerakkan aktivitas ekonomi. Mudah-mudahan mendapat alokasi maksimal dari usulan ini, sehingga lebih banyak lagi yang bisa memanfaatkan untuk kelangsungan usahanya," pungkas Dewa Sudiarta. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news