Selasa, 20 Oct 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

2.295 Pekerja di Buleleng Dirumahkan, 134 Kena PHK

15 Oktober 2020, 19: 48: 19 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

2.295 Pekerja di Buleleng Dirumahkan, 134 Kena PHK

Kepala Disnaker Buleleng, Ni Made Dwi Priyanti Putri Korriawan.  (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Sebanyak 2.295 pekerja di Buleleng dirumahkan dan 134 karyawan di PHK (pemutusan hubungan kerja). Kondisi ini tak lepas dari pandemi Covid-19 yang mewabah sejak Maret lalu, hingga membuat 45 usaha tidak lagi beroperasi.

Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja Buleleng, setidaknya dari bulan Mei 2020 sampai bulan Oktober 2020, sudah ada 45 perusahaan di Buleleng, baik yang bergerak di bidang pariwisata maupun usaha lain, menutup  tempat usaha mereka. Dari 45 perusahaan itu, ada 2.295 pekerja telah dirumahkan dan 134 karyawan telah di-PHK.

Sejauh ini, dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng secara terus menerus melakukan pemantauan terhadap ribuan tenaga kerja yang terdampak Covid-19.

"Sebagian besar dari sektor pariwisata. Kami masih terus memantau terhadap sektor-sektor terkait tenaga kerja," kata Kepala Disnaker Buleleng, Ni Made Dwi Priyanti Putri Koriawan, saat dikonfirmasi Kamis (15/10) siang. 

Dikatakan Dwi Priyanti, kondisi ini terjadi akibat dampak sejumlah perusahaan yang sudah menutup usahanya karena adanya pandemi  Covid-19. Faktor utama penutupan tempat usaha mereka, baik yang di bidang sektor pariwisata maupun yang lainnya, karena sepinya tamu atau wisatawan yang berkunjung.

"Ini juga akan menjadi dilema buat perusahaan. Kalau perusahaan tetap ngotot membuka usaha mereka dengan memperkerjakan setengah karyawan, maka tetap akan merugi. Sekarang ini kondisi ekonomi yang masih terpuruk akibat pandemi Covid-19," jelas Dwi Priyanti.

Pihaknya pun mengaku, belum mengetahui sampai kapan kondisi ini akan berakhir. Disnaker Buleleng, sebut Dwi Priyanti, saat ini hanya melakukan pemantauan dengan membuka posko khusus untuk bisa mencermati kondisi perusahaan maupun pekerja yang terdampak.

Selama ini Disnaker Buleleng telah mendata semua pekerja yang di-PHK maupun dirumahkan. Untuk mengatasi kondisi ini, Dwi Priyanti meminta, para pekerja yang terdampak agar mengikuti program atau bantuan yang digulirkan pemerintah.

Misalnya melalui pelatihan kerja, BLT, kartu prakerja maupun bantuan stimulan lainnya. "Kami minta perusahaan yang menutup operasional usaha untuk segera melapor kepada kami dan melaporkan jumlah pekerjanya yang terdampak, sehingga bisa memudahkan kami melakukan pendataan," pungkas Dwi Priyanti. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news