Sabtu, 28 Nov 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Karangasem Target Uji Lab PCR Mandiri Mulai Bulan Depan

15 Oktober 2020, 21: 31: 31 WIB | editor : Nyoman Suarna

Karangasem Target Uji Lab PCR Mandiri Mulai Bulan Depan

ILUSTRASI (DOK. JAWA POS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Upaya memutus laju penyebaran Covid-19 sedang digalakkan masing-masing daerah di Bali, termasuk Kabupaten Karangasem. Bahkan Pemkab Karangasem menargetkan uji sampel swab test hasil tracing kontak erat pasien positif bisa dimulai secara mandiri bulan depan.

Bantuan alat real time reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah dimohonkan ke Pemprov Bali. Untuk tenaga analis juga sudah disiapkan Dinas Kesehatan Karangasem, dan tinggal mengikuti pelatihan.

Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Karangasem I Wayan Serinah, Kamis (15/10) menjelaskan, target untuk bisa melakukan uji sampel swab test secara mandiri ditimbang dari kesiapan tenaga dan laboratorium di Karangasem yang sudah disiapkan. Begitu bantuan alat PCR dikirim ke Karangasem, tracing secara besar-besaran tentu akan maksimal, karena tidak butuh waktu lama untuk mengetahui hasilnya.

Serinah menegaskan, tracing masif ini fokus pada pelacakan kontak erat pasien positif secara besar-besaran dengan jumlah maksimal 30 orang. Bukan tracing secara massal. Namun, dia menegaskan, jika pemerintah pusat mengarahkan agar dilakukan pelacakan massal, tidak menutup kemungkinan gugus tugas di daerah siap pula melakukan itu.

“Harapannya jika hasilnya diketahui cepat, akan mempercepat proses treatment (pengobatan). Tidak lagi menunggu, dan pelacakan secara masif bisa berjalan. Memang kemungkinan seperti itu bisa saja cepat menekan laju penyebaran,” kata Serinah.

Dia menyebut, tracing secara masif juga memastikan agar orang yang terindikasi terpapar Covid-19 tidak tercecer. Misalnya orang tanpa gejala (OTG). “Tidak ada gejala, tapi sebenarnya di dalam dirinya ada virus. Itu yang kami upayakan sebanyaknya atau semuanya dilacak. Sehingga semua bisa isolasi. Apalagi swab test sehingga lebih akurat,” tegas pejabat asal Kecamatan Selat, Karangasem ini.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Karangasem dr. I Gusti Bagus Putra Pertama menegaskan, tracing masif sudah dijalankan 14 September. Semua hasil tracing kontak erat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 wajib pemeriksaan swab tanpa kecuali. Tidak lagi rapid test saja. Sehingga hasilnya cepat diketahui, apakah terkonfirmasi positif atau negatif. 

Putra Pertama mengakui, kebijakan sebelumnya dinilai belum efektif untuk memutus penyebaran virus. “Dulu, hasil tracing kontak erat di-rapid test. Hanya yang bergejala yang swab test, sehingga masih banyak hasil tracing belum terlacak maksimal. Bahkan karantina mandiri tidak boleh lagi. Kebijakan baru, hasil tracing wajib swab test PCR,” tegasnya.

Sesuai standar WHO, harus ditemukan 30 orang hasil kontak erat. Hitungannya 1 banding 30, sehingga memenuhi salah satu indikator keberhasilan mengendalikan laju penyebaran Covid-19. Begitu pula sebaliknya, jika hasil tracing masih sedikit, artinya pelacakan belum maksimal. Pihaknya menargetkan tracing dan testing betul-betul maksimal dalam dua bulan ke depan.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news