Sabtu, 24 Oct 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Pleno DPT Pilkada Jembrana, KPU  Optimis Target Pemilih

15 Oktober 2020, 23: 55: 30 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Pleno DPT Pilkada Jembrana, KPU  Optimis Target Pemilih

PLENO : Rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan DPT Pilkada Jembrana 2020, Kamis (15/10). (Dewa Rastana/Bali Express)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS - KPU Jembrana menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Jembrana 2020, Kamis (15/10). Dalam pleno itu, ditetapkan jumlah DPT sebanyak 236.748 orang.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jembrana Divisi Data, Ni Putu Angelia, mengatakan, data awal yang digunakan dalam pemutakhiran data pemilih Pilkada Jembrana 2020 adalah DP4 yang dikeluarkan KPU RI.

Total pemilih dalam DP4 sebanyak 248.288. Setelah dilakukan coklit oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS), ditetapkan DPS sebanyak 237.422.

“Kemudian kembali dilakukan perbaikan DPS karena ditemukan adanya pemilih ganda. Sehingga DPT Pilkada Jembrana 2020 ditetapkan sebanyak 236.748,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan Angelia, jumlah tersebut terbagi dengan rincian pada Dapil I Kecamatan Negara sebanyak 68.018 pemilih, tersebar di 176 TPS di 12 desa/kelurahan. Di Dapil II Kecamatan Melaya yang terdiri dari 128 TPS dengan jumlah pemilih 46.298. Di Dapil III Kecamatan Pekutatan terdapat 23.587 pemilih tersebar di 65 TPS di 8 desa. 

Di Dapil IV Kecamatan Mendoyo ada 52.602 pemilih tersebari di 135 TPS di 11 desa. Sedangkan di Dapil V Kecamatan Jembrana terdapat 46.241 pemilih tersebar di 640 TPS di 10 desa/kelurahan.

Dari total 640 TPS di 51 desa/keluaran di Jembrana, lanjut Angelia, jumlah pemilih perempuan lebih banyak 2.358 orang, yakni 119.552 dibandingkan pemilih laki-laki yang berjumlah 119.552. Sementara untuk pemilih disabilitas tercatat sebanyak 1.075 dan pemilih pemula 4.597. 

Pihaknya menyebut terjadi peningkatan jumlah pemilih sebanyak 1.462 dalam DPT Pilkada Jembrana 2020, dibandingkan jumlah pemilih dalam DPT Pemilu 2019 yang sebanyak 235.284.

Sementara Ketua KPU Kabupaten Jembrana, I Ketut Gede Tangkas Sudiantara, mengatakan, perbedaan data dari DP4 menjadi DPT disebabkan adanya perubahan data pemilih. 

“Beberapa faktor yang menyebabkan perubahan data dari DP4 ke DPS dan menjadi DPT misalnya meninggal dunia, pindah domisili dan masuknya pemilih baru,” ujarnya.

Tangkas mengakui pada DPS hasil coklit masih ditemukan data pemilih ganda, sehingga saat ditetapkannya DPT jumlahnya menurun. “Berkurang 694 pemilih, kami cek karena ganda dan meninggal dunia serta pindah domisili,” jelasnya.

Sedangkan pemilih pemula yang setelah DPT ini ditetapkan hingga hari pemungutan suara pada 9 Desember 2019 mendatang, baru berusia 17 tahun, pihaknya memastikan telah terakomodir dalam DPT.

“Untuk pemilih pemula yang sudah masuk dalam DPT dengan catatan 9 Desember sudah memiliki KTP elektornik. Kalau yang belum terakomodir dalam DPT, tetap bisa menggunakan hak pilihnya dengan menggunakan KTP elektornik dari jam 12.00 hingga jam 13.00 Wita,” paparnya.

Sedangkan untuk pemilih yang berasal dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas IIB Negara, Tangkas menyebutkan ada 80 penduduk Jembrana yang hingga 9 Desember masih menjalani hukuman. “Setelah penetapan DPS, kami dibolehkan membuat TPS di Rutan, DPT ada 80 pemilih di Rutan” ujarnya.

Sedangkan penduduk Jembrana yang masuk Rutan setelah penetapan DPT ini, lanjutnya, akan dibuatkan pindah pilih, sama halnya nantinya bagi pasien di RSU Negara. “Teknisnya nanti dimana mereka terdaftar akan dibuatkan pindah pilih,” tegasnya.

Tangkas menargetkan pastisipasi pemilih sekitar 85 persen. Artinya, untuk memenuhi target kehadiran pemilih di TPS saat hari pemungutan suara di masa pandemi Covid-19 ini, sedikitnya harus ada 201.235 pemilih yang menggunakan hak pilihnya. 

Ia tidak menampik situasi pandemik ini perlu dilakukan upaya ekstra untuk merangsang pemilih untuk datang ke TPS, sehingga target partisipasi pemilih tersebut bisa terpenuhi. “Kami akan coba bekerjasama dengan desa adat untuk memfasilitasi, mudah-mudahan target 85 persen tercapai,” pungkasnya. 

(bx/tor/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news