Selasa, 20 Oct 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Puan Maharani Kunjungi Perajin Tenun Cagcag dan Perak 

16 Oktober 2020, 00: 48: 47 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Puan Maharani Kunjungi Perajin Tenun Cagcag dan Perak 

TENUN : Ketua DPR RI, Puan Maharani (kanan), didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Gusti Ayu Bintang Darmawati, kunjungi perajin Tenun Cagcag di Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Kamis (15/10). (Humas Pemkab Gianyar For Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS -Ketua DPR RI, Puan Maharani, didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Gusti Ayu Bintang Darmawati, melakukan kunjungan kerja  ke sejumlah perajin binaan Dekranasda Kabupaten Gianyar.

Tujuan dari kunjungan ini, untuk melihat lebih dekat dampak Covid-19 bagi kelangsungan UMKM di Kabupaten Gianyar. Ternyata, setelah melihat lebih dekat, tidak semua perajin kolaps terdampak pandemi. Bahkan, justru ada yang menggeliat di masa pandemi ini. 

Kenyataan ini terungkap kala Puan Maharani yang juga didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, berada di kelompok perajin Tenun Merak Mas, Banjar Pengembungan dan Kelompok Perajin Tenun Sari Bakti, Banjar Pesalakan, Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring,  Kamis (15/10).

Kepala Desa Pejeng Kangin, I Gede Purnadi Yoga, menjelaskan, kerajinan Tenun Cagcag di Banjar Pengembungan dahulu seperti mati suri. Sehingga mulai tahun 2019, setelah mulai adanya pembinaan dari Pemkab Gianyar dan Dekranasda Kabupaten Gianyar, kerajinan Tenun Cagcag perlahan-lahan mulai menggeliat. 

Dan, di masa pandemi ini, setelah banyak pekerja yang berhenti sementara dari pekerjaannya, mereka kembali menekuni kegiatan menenun Cagcag.

“Kini di Desa Pejeng Kangin telah memiliki dua kelompok tenun, yaitu kelompok perajin Merak Mas di Banjar Pengembungan dan Kelompok Perajin Tenun Sari Bakti di Banjar Pesalakan dengan anggota lebih dari 30 orang,” jelas I Gede Purnadi.

Bahkan, menurut Gede Purnadi, saat ini para perajin rata-rata tidak memiliki stok kain tenun karena begitu selesai menenun, sudah diambil pemesan. Hal yang sama juga dijelaskan Ketua Kelompok Tenun Merak Mas, I Nyoman Ersi. 

Sejak pandemi Covid-19 para perajin yang dahulunya banyak bekerja di industri pariwisata, kini kembali menekuni keahlian mereka menenun Cagcag. Karena tidak lagi bekerja di tempat lain, para penenun kini sepenuhnya bisa mengerjakan pesanan.

Nyoman Ersi juga menambahkan, dengan semakin bertambahnya jumlah anggota kelompok, maka kebutuhan akan alat tenun pun semakin meningkat. 

Beberapa waktu lalu Pemkab Gianyar melalui Dekranasda menyalurkan CSR dari PT. PLN berupa 7 set alat tenun pada kelompok tenun Merak Mas, Banjar Pengembungan. Dengan bantuan alat tersebut, lanjut Nyoman Ersi, proses menenun jadi lebih lancar.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyatakan salut dengan keahlian yang dimiliki ibu-ibu di Banjar  Pengembungan dan Banjar Pesalakan Desa Pejeng Kangin. Diakuinya, menenun itu tidak mudah, memerlukan kesabaran dan kreativitas yang tinggi. 

Generasi muda, lanjutnya, belum tentu bisa mengerjakan pekerjaan ini. Sehingga ini menjadi tugas bagi Pemkab Gianyar dan juga pemerintah pusat, bagaimana melestarikan kerajinan Tenun Cagcag ini. Karena ini termasuk salah satu warisan budaya .

Puan Maharani menambahkan, Tenun Cagcag yang dibikin secara tradisional, yang memerlukan ketelitian dan kesabaran yang cukup tinggi, pastinya hasil karya ini bernilai tinggi juga. 

Puan Maharani berharap agar UMKM ini harus dibina dan dibangkitkan, apalagi dalam situasi saat ini.  Puan Maharani mengatakan, hikmah dari pandemi ini Tenun Cagcag bisa menggeliat kembali. Yang penting ada usaha dan mau berkreasi.

“Bahkan untuk lokal saja bisa, apalagi kedepannnya harus ada sinergi antara Kementerian Perindustrian dan lembaga-lembaga terkait, agar bisa membantu perajin  berkembang lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, menjelaskan, pihaknya saat ini tengah berupaya mengembangkan kembali kerajinan Tenun Cagcag di Banjar Pengembungan Desa Pejeng Kangin. 

Salah satu upaya yang dilakukan, secara rutin memberikan pembinaan, termasuk sudah  memberikan bantuan 7 set alat tenun yang merupakan CSR dari PT PLN. 

Selain itu, untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia, para perajin kedepannya akan diberikan pelatihan terkait dengan pertenunan.

Dalam kesempatan kunjungan kerja kali ini, selain ke perajin tenun di Desa Pejeng Kangin Tampaksiring, Puan Maharani  juga mengunjungi perajin perak Sunsri Silver di Jalan Raya Celuk, Kecamatan Sukawati. 

Rombongan juga berkesempatan  meninjau proses produksi, museum dan produk kerajinan perak. Sama halnya dengan kerajinan Tenun Cagcag, kerajinan perak juga masih bisa bertahan, meski tidak seramai sebelumnya. 

Untuk meraih pangsa pasar, kini mereka lebih berinovasi dalam desain perak dan memperkuat pemasaran secara online.

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news