Sabtu, 24 Oct 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Tak Tempati Relokasi, Pedagang Akan Dikenakan Sanksi

16 Oktober 2020, 01: 22: 35 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Tak Tempati Relokasi, Pedagang Akan Dikenakan Sanksi

RELOKASI : Suasana tempat relokasi Pasar Sukawati beberapa waktu lalu.   (Putu Agus Adegrantika/Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Sejak dibongkarnya Pasar Sukawati dan pedagang diarahkan ke tempat relokasi, banyak yang memilih berjualan di dekat pasar lama dengan membuat pasar tumpah. 

Untuk memaksimalkan tempat relokasi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar, mengimbau para pedagang untuk tertib. Bagi mereka yang membandel rencanya akan dikenakan sanksi.

Kepala Disperindag Kabupaten Gianyar, Luh Gede Eka Suary, Kamis (15/10), mengatakan, pihaknya masih mengimbau para pedagang terlebih dulu, menempati los dan kios yang didapatkan saat mengikuti undian. “Masih kita imbau, untuk sanksi masih mohon petunjuk dari pimpinan,” jelasnya.

Langkah itu diambil untuk mencegah lokasi relokasi tersebut sepi pembeli, lantaran sejumlah pedagang ada yang memilih berjualan di beberapa titik dekat bangunan pasar lama. Akibatnya muncul  pasar tumpah, yang mengganggu lalulintas, apalagi trotoar dijadikan tempat berjualan. 

Pedagang berdalih, tempat relokasi terlalu jauh untuk dijangkau warga Sukawati, khususnya yang dari utara. Kepala Satpol PP Gianyar, I Made Watha, mengatakan, pihakya telah melakukan pembinaan kepada pedagang yang berjualan di trotoar.

“Mereka yang dapat undian kios di tempat relokasi kan wajib menempati atau jualan di tempat relokasi. Kalau mereka jualan di trotoar atau fasilitas umum lainnya, kita berikan pembinaan untuk segera ke lokasi tersebut,” tegasnya. 

Dikatakannya, pendekatan yang dilakukan kepada pedagang tetap dengan cara humanis, apalagi  sekarang situasi pandemi, semua orang harus taat dengan protokol kesehatan.

Disampaikan juga dengan penertiban yang dilakukan terhadap pedagang yang jualan di trotoar atau badan jalan yang belum menjadi kesepakatan adat sama pemkab. Sebab sangat mengganggu kenyamanan serta arus lalu lintas, termasuk keselamatan mereka dan orang lain. 

“Pembinaan yang telah kita lakukan, rencananya akan ada evaluasi tentang hal tersebut, dengan Bendesa Sukawati. Namun  masih menunggu jadwal dari Kadis Perindag," pungkasnya.

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news