Sabtu, 28 Nov 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Hasil Uji Air Akibat Rembesan Minyak Depo Manggis Belum Keluar

16 Oktober 2020, 21: 19: 13 WIB | editor : Nyoman Suarna

Hasil Uji Air Akibat Rembesan Minyak Depo Manggis Belum Keluar

AMBIL SAMPEL: Tim Envilab Surabaya mengambil sampel air di lokasi ditemukannya rembesan minyak. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Hasil uji kualitas air rawa di sekitar lokasi rembesan minyak di Banjar Labuhan, Desa Antiga, Kecamatan Manggis, hingga kini belum juga keluar. Padahal pengambilan sampel air di enam titik sekitar lokasi sudah dilakukan beberapa waktu lalu.

Tim laboratorium Surabaya membutuhkan waktu 10 hari untuk pengujian. Namun hingga kini warga belum dapat manfaatkan air di sekitar rawa dan sumur-sumur terdekat. “Belum ada (hasil Lab). Kami tunggu dulu. Nanti ada tim dari Surabaya yang mengirim,” kata Manajer Integrasi TBBM Depo Pertamina Manggis, Bambang Soeprijono, Jumat (16/10).

Bambang Soeprijono mengaku belum berani memastikan sampai kapan proses uji kualitas air dilakukan. Sementara ini, pihaknya fokus mitigasi dan penanganan tangki yang diduga bocor. Dia berharap hasil uji segera keluar guna memastikan apakah air di sekitar tercemar atau tidak.

Untuk diketahui, Tim Envilab Surabaya mengambil sampel air di enam titik. Dua di antaranya di sumur milik warga setempat. Satu sumur lokasinya berdekatan dengan lokasi cemaran minyak. Satunya lagi jauh dari lokasi. Ini dilakukan agar ada perbandingan kualitas air.

Pengambilan sampel melibatkaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali serta Dinas Lingkungan Hidup Karangasem, didampingi warga sekitar. Dijelaskan, uji lab mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 19 Tahun 2010. Sedangkan pengujian sampel air sumur warga mengacu pada parameter Permen LH Nomor 19 Tahun 2010 dan Permen Kesehatan Nomor 32 Tahun 2017.

Upaya mitigasi sebenarnya sudah mulai berproses akhir Agustus lalu, atau sejak masalah ini dilaporkan. Satu tangki premium berkapasitas 10 juta liter akhirnya dikosongkan. Tapi pengecekan dalam tangki belum bisa dilakukan, karena mesti dipastikan tangki bebas gas beracun.

Depo Manggis juga melakukan upaya pemulihan lahan yang terkontaminasi minyak. Penyemprotan oil dispersant untuk mengurai minyak di air sudah dilakukan. Untuk pemulihan tanah dilakukan dengan teknik bioremediasi.

Terkait asal usul rembesan minyak belum diketahui. Tangki yang diduga bocor masih dalam pembersihan hingga kondisi free gas. Waktu proses free gas diperkirakaan mencapai dua minggu. Petugas tidak bisa masuk ke tangki tersebut karena risiko sangat tinggi.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news