Senin, 26 Oct 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Wisatawan Kunjungi Jatiluwih 10 Persen, Kios Tanah Lot Tutup

18 Oktober 2020, 17: 26: 29 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Wisatawan Kunjungi Jatiluwih 10 Persen, Kios Tanah Lot Tutup

SEPI : Deretan kios dan toko yang masih tutup di DTW Tanah Lot, Minggu (18/10). (Dewa Rastana/Bali Express)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Sejak dibuka kembali beberapa waktu lalu, kunjungan ke daerah tujuan wisata (DTW) Jatiluwih memang terus mengalir, meskipun jumlah wisatawan yang berkunjung masih jauh dibandingkan dengan jumlah kunjungan sebelum pandemi Covid-19. Namun hal tersebut tetap disyukuri pihak manajemen, dan berharap pandemi Covid-19 bisa benar-benar berakhir.

Manajer Operasional DTW Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa, mengatakan, hingga saat ini rata-rata kunjungan per hari ke DTW Jatiluwih adalah 100 hingga 150 wisatawan. Dimana jumlah tersebut jika dipresentasikan baru sekitar 10 persen dari keadaan normal sebelum pandemi Covid-19.

"Angka kunjungan saat ini sekitar 10 persen dari kondisi normal sebelum pandemi Covid-19," tegasnya, Minggu (18/10).

Sementara itu, meskipun DTW Tanah Lot sudah dibuka sejak empat bulan lalu, namun ternyata banyak kios oleh-oleh di kawasan ini yang masih tutup.

Kepala Divisi Pasar DTW Tanah Lot, I Made Hadi Susila, mengatakan, kendatipun DTW Tanah Lot sudah kembali buka dan menerima kunjungan wisatawan, namun dari total jumlah pedagang di kawasan Tanah Lot yang mencapai 650, belum semuanya membuka kembali lapak atau kios usahanya. Hal itu dilakukan karena kunjungan wisatawan hingga kini masih minim. 

“Dari total pedagang, saat ini yang sudah membuka atau berusaha kembali kisaran hanya dua persen. Itu pun kalau ada tamu, dan akhir pekan, seperti hari Sabtu dan Minggu,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi kunjungan yang belum normal membuat sebagian besar pedagang malas membuka toko. Meskipun para pedagang rutin datang ke toko atau kios masing-masing, namun sekadar untuk bersih-bersih dan bersembahyang. 

Sementara itu, salah seorang pedagang di kawasan DTW Tanah Lot, I Nyoman Sutama, mengatakan, saat ini kunjungan wisatawan yang datang ke Tanah Lot sangat jauh menurun dibandingkan sebelum pandemi. 

Hal itu pun membuat dagangannya tidak laku sehingga ia hanya membuka toko pada akhir pekan saja.

"Kalau akhir pekan biasanya tamu lebih ramai dari hari biasa. Meskipun belum tentu juga dapat jualan, karena ekonomi seperti ini paling tamu cuma jalan-jalan saja," ungkapnya.

Ia berharap pandemi Covid-19 ini bisa segera berlalu, sehingga bisa kembali memberi pendapatan usaha, sekaligus untuk biaya sewa tanah tempat usaha yang statusnya kontrak karena merupakan tanah milik Pemkab Tabanan.

"Biaya kontrak atau sewa tanah mencapai Rp 45 juta per tahun dan saat ini belum habis masa kontraknya, bagaimana caranya balik modal kalau situasi seperti ini terus," keluhnya. 

(bx/ras/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news