Sabtu, 28 Nov 2020
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Krama Desa Adat Nongan Bulatkan Tekad, Coblos Dana-Dipa

18 Oktober 2020, 20: 09: 17 WIB | editor : Nyoman Suarna

Krama Desa Adat Nongan Bulatkan Tekad, Coblos Dana-Dipa

COBLOS : Sebagai bentuk dukungan, perwakilan krama Desa Adat Nongan mencoblos tiruan kertas suara yang berisi gambar pasangan Dana-Dipa di hadapan Wayan Koster, Gede Dana, dan Wayan Artha Dipa di Wantilan Banjar Bucu, Desa Adat Nongan, Rendang, Karangasem (ISTIMEWA)

Share this      

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Calon bupati Karangasem I Gede Dana, boleh dibilang politisi yang nekatan. Berani keluar dari zona nyaman. Mempertaruhkan sisa masa jabatannya sebagai ketua DPRD Karangasem yang terhitung lama. Masih empat tahun lagi.

Kenekatannya bukan tanpa alasan. Baginya, Karangasem harus berbenah dengan konsep Era Baru. Membangun kesejahteraan masyarakat Karangasem melalui program-program bermanfaat dan berkelanjutan.

Gagasan ini dia ungkapkan kepada Krama Desa Adat Nongan di Kecamaan Rendang, Minggu (18/10). Dalam pertemuan yang digelar di Wantilan Banjar Bucu itu, Gede Dana hadir tidak seorang diri.

Dia didampingi juga oleh pasangannya, calon wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa. Bahkan tak ketinggalan, Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster, turut hadir.

Dalam momen itu, Desa Adat Nongan dengan 14 banjar adat dan 4.800 orang dalam daftar pemilih tetap (DPT) berkomitmen memenangkan pasangan Dana-Dipa sebagai bupati dan wakil bupati Karangasem.

Tokoh masyarakat Desa Adat Nongan yang diwakili Putu Marta Sugiantara mengatakan, krama setempat semakin termotivasi untuk memenangkan pasangan Dana-Dipa, setelah Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, hadir langsung di hadapan mereka.

Ini juga yang membuat komitmen mereka semakin kuat untuk memenangkan Dana-Dipa yang memiliki visi misi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Karangasem melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Karangasem Era Baru”.

"Visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini luar biasa dan serius membangun Bali. Karena itu Karangasem membutuhkan pemimpin Bupati dan Wakil Bupati yang sejalan dengan visi tersebut," ujar Putu Marta Sugiantara.

Dia berharap, saat Dana-Dipa terpilih dan dilantik nanti dapat memberikan perhatian terhadap potensi Desa Adat Nongan. Karena di desa itu terdapat UKM Jajan Bali yang sudah mempekerjakan seratus orang dan hasil produksinya sudah keliling Bali. Selain itu, desa ini juga memiliki kualitas minyak kelapa terbaik dan sumber air.

Di sisi lain, desa ini juga memiliki permasalahan yang sampai saat ini belum mendapatkan sentuhan dari Pemerintah Kabupaten Karangasem. Seperti tidak memiliki lapangan untuk olahraga warga di desa dan tidak mampu mengatasi kemacetan lalu lintas ketika ada piodalan di Pura Agung Besakih.

"Untuk itu, kami di masyarakat Desa Nongan sudah memastikan pilihan, dan kita menginginkan Karangasem Era Baru," teriaknya.

Sementara itu, Gede Dana menegaskan, Karangasem harus berbenah dengan konsep Era Baru. Terlebih Desa Nongan menjadi pintu masuk ke Pura Agung Besakih. Sehingga infrastrukturnya harus dioptimalkan untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan terhadap umat Hindu yang akan bersembahyang ke Pura Agung Besakih.

Bahkan dia mengatakan, keagungan Pura Agung Besakih menjadi salah satu alasan dirinya berani menanggalkan jabatannya sebagai ketua DPRD Karangasem yang sisa jabatannya masih empat tahun. Keberanian ini didorong keinginannya untuk melakukan perubahan bagi Karangasem ke arah yang lebih baik dan maju.

"Saya tidak bertarung dengan sembako yang hanya bermanfaat dalam hitungan hari. Kami, Dana-Dipa, siap bertarung untuk mensejahterakan masyarakat Karangasem dengan memiliki program yang bermanfaat kepada masyarakat secara berkelanjutan melalui gagasan pembangunan, dan jaringan yang kami miliki di Pemerintah Provinsi Bali serta Pemerintah Pusat," tegas Gede Dana.

Calon Bupati Karangasem asal Banjar Lebah, Desa Datah, Kecamatan Abang ini menambahkan, dengan semangat masyarakat Desa Nongan yang berkobar ingin memenangkan Dana-Dipa, dia dan Artha Dipa kian memantapkan langkah untuk meraih kemenangan.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster mengajak masyarakat Desa Nongan untuk komitmen memenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Karangasem dari nomor urut 1, I Gede Dana - I Wayan Artha Dipa.

"Karangasem perlu bupati yang serius dan fokus mengurusi daerahnya. Apalagi Karangasem memiliki nilai kesakralan yang luar biasa, seperti Pura Agung Besakih yang sangat kita sucikan dan sekarang kondisinya perlu ditata kembali agar harmonis," ujar Koster.

Dia memberikan contoh kondisi Pura Agung Besakih saat ini yang kondisinya sangat tidak nyaman. Mulai dari parkirnya yang berantakan, keberadaan warungnya yang tidak tertata, toilet di mana-mana, dan kemacetan.

Dengan masalah itu, Koster menegaskan, dirinya telah memproses Program Pelindungan Kawasan Suci Besakih dengan konsep parkir bertingkat empat lantai ke bawah di Manik Mas yang didesain oleh seorang arsitektur terkenal dari Bali. Untuk mengimplementasikannya, secara anggaran menggunakan APBD Provinsi Bali serta APBN Pusat yang totalnya Rp 946 milyar.

"Kalau sudah selesai pada awal 2022 mendatang, maka program ini kami dedikasikan untuk masyarakat Karangasem dan Bali agar nyaman sembahyang ke Pura Agung Besakih," jelas mantan anggota DPR RI tiga periode ini.

Dia menjelaskan, dalam Program Pelindungan Kawasan Suci Besakih, terdapat anjungan untuk memberikan fasilitas kepada wisatawan ke Pura Agung Besakih. Sehingga orang yang berkepentingan berwisata, tidak boleh masuk di Utama Mandala Pura. Namun para wisatawan bisa melihat keindahan pura terbesar di dunia tersebut dari anjungan.

“Saya sudah berikan pesan ke Gede Dana, saat menjadi bupati harus memiliki jiwa kerja yang fokus, lurus, dan tulus dalam membangun daerahnya. Selama menjabat, saya juga minta Bupati Karangasem terpilih ini tidak ada yang main proyek hingga mengrogoti APBD Kabupaten Karangasem yang sudah kecil," tegasnya.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news