Sabtu, 28 Nov 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis
Dialokasikan 70 Persen untuk Hotel, Restoran

Kemenparekraf Hibahkan Rp 13,4 Miliar untuk Buleleng

19 Oktober 2020, 18: 36: 23 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Kemenparekraf Hibahkan Rp 13,4 Miliar untuk Buleleng

HIBAH : Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Made Sudama Diana, memimpin rapat terkait rencana penggunaan dana hibah dari Kemenparekraf RI sebesar 70 persen.  (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Pemkab Buleleng dipastikan akan menerima hibah sebesar Rp 13,4 Miliar dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Dana tersebut 70 persen nantinya akan dianggarkan untuk pelaku pariwisata dan 30 persen untuk Pemkab Buleleng.

Kemenparekraf menyiapkan dana hibah pariwisata sebesar Rp 3,3 Triliun. Dana tersebut rencananya akan diberikan kepada pelaku pariwisata, dan juga Pemerintah Daerah. Dari dana hibah tersebut, Kabupaten Buleleng akan menerima hibah dana sebesar Rp 13.426.920.000.

Dipilihnya Kabupaten Buleleng sebagai salah satu penerima hibah pariwisata ini, bukanlah tanpa pertimbangan. Pasalnya, Buleleng Festival (Bulfest) dan Pemuteran Bay Festival telah masuk dalam daftar 100 daerah yang tercantum dalam Calendar of Event (COE) dan Destinasi Branding.

Hal ini terungkap saat Pemkab Buleleng melalui Dinas Pariwisata menyelenggarakan rapat sosialisasi dana hibah yang diikuti Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Buleleng, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Inspektorat, dan Bagian Hukum Setda Buleleng, Senin (19/10). Rapat ini dipimpin Kepala Dinas Pariwisata, Made Sudama Diana.

Sudama Diana menjelaskan, sasaran dana hibah sebesar 70 persen akan dialokasikan untuk hotel dan restoran. Syaratnya, hotel dan restoran harus sesuai dengan database wajib pajak hotel dan restoran di Buleleng, hotel dan restoran yang masih berdiri dan beroperasi hingga Juli 2020, selanjutnya hotel dan restoran yang memiliki perizinan berusaha.

“Nantinya dana sebesar 70 persen yang dialokasikan untuk hotel dan restoran diutamakan untuk operasioal hotel agar bisa mempertahankan kelangsungan usaha dan meminimalisasi terjadinya pemutusan hubungan kerja atau  PHK,” katanya.

Terpisah, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, merinci pemerintah Buleleng akan menggunakan dana sebesar 30 persen tersebut untuk penanganan sektor pariwisata. Rinciannya, dari total dana tersebut, 95 persennya atau Rp 3.826.672.200 digunakan untuk Operasional Program Penerapan CHSE. Sisanya sebesar 5 persen atau Rp 223.000.000 digunakan untuk biaya operasional pelaksanaan hibah pariwisata dan Pengawasan APIP daerah.

Bupati Suradnyana mengatakan, penerima dana hibah harus tepat sasaran. Saat ini, pihaknya sedang melakukan sinkronisasi data untuk dikirim ke Pemerintah Pusat. “Ada lebih dari 900 hotel dan restoran yang akan dilakukan verifikasi dan disingkronkan datanya, siapa saja yang berhak mendapatkan dana tersebut supaya bisa kita kirimkan datanya ke Pemerintah Pusat,” pungkasnya. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news