Sabtu, 28 Nov 2020
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Curi Peluang di Tiga Wilayah, Golkar Garap Swing Voters

19 Oktober 2020, 21: 07: 38 WIB | editor : Nyoman Suarna

Curi Peluang di Tiga Wilayah, Golkar Garap Swing Voters

KONSOLIDASI: Rapat konsolidasi yang dilakukan jajaran DPD I Golkar Bali di Tabanan, Minggu (18/10). (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Jajaran Partai Golkar Bali terus melakukan konsolidasi politik ke daerah-daerah yang sedang menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada Serentak 2020). Bahkan, Golkar mengklaim kemungkinan terjadinya kejutan di Jembrana, Tabanan, dan Denpasar. Yakni mencuri peluang kemenangan dengan meyakinkan swing voters ke dalam gerakan pro perubahan.

Klaim ini diungkapkan Ketua DPD I Partai Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry, pada Senin (19/10). Atau sehari setelah melakukan konsolidasi bersama Tim Pemenangan Pilkada DPD I Partai Golkar Bali di Tabanan.

“Saya menangkap indikasi cukup jelas dan kuat. Bahkan bukan tidak mungkin akan terjadi kejutan di tiga wilayah ini,” sebut Sugawa Korry saat dijumpai di DPRD Bali.

Dia tidak memungkiri, pasangan calon di tiga wilayah ini masih terkesan inferior. Masih belum mencuat ke permukaan. “Pelan tapi pasti, keberadaan mereka akan muncul, seiring semangat dan keberanian masyarakat yang sudah semakin tumbuh dan berkembang dalam menentukan pilihan politiknya,” tegasnya.

Dia mengungkapkan hal tersebut setelah melakukan evaluasi di tiga wilayah tersebut. Evaluasi terakhir dilaksanakan di Tabanan pada Minggu (18/10). Dari hasil evaluasi tersebut, pihaknya melihat dan meyakini keinginan terjadinya perubahan kepemimpinan di tingkat kabupaten/kota menguat di akar rumput.

“Kami meyakini berkembangnya keinginan, semangat, dan harapan yang tinggi di tingkat akar rumput. Yang mengharapkan terjadinya perubahan kepemimpinan daerah melalui pilkada di akhir tahun ini,” sebut politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Bali ini.

Katanya, indikasi itu cukup kuat. Karenanya, pihaknya merasa punya kans menang. Atau mampu mencuri peluang kemenangan di tiga wilayah tersebut. Terlebih hasil survei internal Golkar sampai dengan September 2020, masyarakat di tingkat akar rumput masih terfragmentasi ke dalam kelompok swing voters yang besar. “Swing voters ini tergolong para pemilih yang memposisikan dirinya wait and see. Mereka terdiri dari 50 persen pemilih,” beber Sugawa Korry.

Saat ini, sambungnya, para pemilih di kelompok ini sudah mulai bersikap dan bergerak ke dalam barisan pro perubahan. Karena itu, di saat yang sama, pihaknya juga mengingatkan, sikap politik kelompok swing voters jangan sampai dirusak berbagai bentuk kecurangan.

“Kami berharap pelaksana pemilu bertindak profesional. Kami juga mengingatkan, bahwa membiarkan kecurangan apalagi terlibat di dalam kecurangan itu sendiri, maka karma yang akan diterima sangat berat. Karena tindakan mengambil hak orang lain harus dibayar sampai dengan anak cucu. Kami berharap hal itu tidak sampai terjadi,” ujarnya mengingatkan.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news