Sabtu, 28 Nov 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Transaksi Nontunai di Bali selama Pandemi Meningkat

19 Oktober 2020, 21: 45: 04 WIB | editor : Nyoman Suarna

Transaksi Nontunai di Bali selama Pandemi Meningkat

MENINGKAT : Aktivitas transaksi nontunai mengalami peningkatan selama pandemi korona (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Selama wabah korona melanda dan hampir semua aktivitas bisnis dihentikan sementara, secara langsung membawa dampak pada aktivitas transaksi di masyarakat. Selama pandemi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mencatat transaksi nontunai memgalami peningkatan.

Kepala Perwakilan BI Bali, Trisno Nugroho mengatakan, selama anjuran untuk tinggal di rumah saja, aktivitas transaksi nontunai mengalami peningkatan hingga di atas 40 persen. "Dengan adanya stay at home dan WFH, milenial di Bali cukup banyak menyukai pembayaran menggunakan nontunai," jelasnya.

Selain untuk mencegah menyebarnya virus korona melalui uang tunai, peningkatan transaksi nontunai ini, dikatakan Trisno, juga karena pihak KPw BI Bali terus mendorong penggunaan transaksi nontunai di masyarakat melalui digital QR Indonesian Standard (QRIS) dalam upaya meminimalisir penyebaran virus korona melalui uang tunai.

Sementara itu, untuk peredaran uang tunai di Bali sampai dengan bulan September  2020, dikatakan Teisno, mencapai Rp 9,7 triliun atau 61 persen dari yang diproyeksikan yaitu sebesar Rp15,9 triliun.

Kondisi ini, diakuinya, berbeda dengan periode yang sama tahun 2019, selama periode Januari – September tahun 2019, uang yang diedarkan adalah sebesar Rp 14,8 triliun. Dengan demikian kondisi turun sebesar 35 persen atau turun sebesar Rp 5,2 triliun. "Sementara itu jumlah uang yang diserap BI dari masyarakat sampai dengan September 2020 tercatat sebesar Rp12,3 triliun atau mencapai 73 persen dari proyeksi Rp17 triliun," lanjutnya.

Melihat data tersebut, Trisno menerangkan, bila dibandingkan dengan periode yang sama, Januari – September 2019, uang yang diserap BI dari masyarakat mencapai Rp16,8 triliun, dengan demikian turun sebesar 27 persen atau turun Rp 4,5 triliun.

Untuk meminimalisir peredaran virus korona melalui uang tunai, Trisno mengatakan, BI Bali juga melakukan karantina uang selama 14 hari agar uang yang beredar steril. BI melakukan langkah-langkah untuk memperkecil kemungkinan uang rupiah yang didistribusikan membawa penularan virus yaitu melalui pengolahan khusus seperti melalukan karantina uang selama 14 hari terhadap setoran uang yang diterima dari perbankan/PJPUR.

(bx/gek/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news