Sabtu, 28 Nov 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

ABG yang “Digilir” 10 Pria di Buleleng Miliki Keterbelakangan Mental

22 Oktober 2020, 18: 50: 28 WIB | editor : I Putu Suyatra

ABG yang “Digilir” 10 Pria di Buleleng Miliki Keterbelakangan Mental

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng kesulitan menggali keterangan terhadap korban pencabulan yang dialami ABG berinisial KMW, 14. Pasalnya, gadis asal Kecamatan Buleleng ini mengalami trauma psikis atas peristiwa yang dialaminya.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto saat dikonfirmasi Kamis (22/10) menjelaskan, saat ini korban belum bisa dimintai keterangan. Ia menyebut jika korban masih trauma dan sekarang masih didampingi psikiater.

Selain dalam kondisi trauma berat, AKP Vicky menyebut, korban juga memiliki keterbelakangan mental. Hal tersebut  diakui oleh kedua orangtua korban. Sehingga dalam proses penyelidikan, polisi mencoba untuk tidak terlalu tergesa-gesa.

 “Kasus ini tetap menjadi perhatian khusus kami. Namun kami juga harus tetap memperhatikan kondisi psikis korban. Jadi kami serahkan dulu kepada pihak psikiater untuk memulihkan kondisi korban,” jelasnya.

Sedangkan, terkait hasil visum belum keluar. Pihaknya juga sudah mengamankan barang bukti berupa baju korban saat kejadian naas tersebut. "Kami masih menunggu hasil konseling dari psikiater seperti apa. Setelah itu baru kami tindaklanjuti dengan BAP sehingga bisa kami ekspose," imbuhnya.

Disinggung terkait penyelidikan TKP di Kelurahan Penarungan dan Desa Alasangker, AKP Vicky mengaku belum melakukannya. Pasalnya, polisi tidak ingin proses penyelidikan kasus tersebut hanya berdasarkan asumsi atau dugaan.

Sehingga diperlukan bukti kuat, terutama keterangan dari korban yang dikaitkan dengan keterangan saksi-saksi lainnya, sehingga para pelaku aksi bejat tersebut bisa segera terungkap dan diproses hukum.

"Kami tidak bisa menduga dan belum kami pastikan (informasi pelaku pencabulan terhadap korban lebih dari 10 orang), karena korban belum bisa dimintai keterangan. Kalau soal menduga-menduga sih boleh saja, tapi tetap ada proses penyelidikan," ucap AKP Vicky.

Pihaknya juga masih mendalami dugaan ada tindakan kekerasan fisik terhadap KMW dilakukan oleh para terduga pelaku pencabulan. Mengingat, TKP lebih dari 1 lokasi dan terduga pelaku diduga berjumlah lebih dari 5 orang.

"Kemungkinanan dugaan kekerasan pasti ada. Ini kalau dilihat di satu TKP saja yang melakukan ada lebih 4 orang, TKP lain ada 2 orang, dan ada lagi. Ini masih kami dalami. Sekarang kami berharap, korban bisa segera pulih dan bisa kami mintai keterangan, agar kasus ini terungkap dengan tuntas," pungkas AKP Vicky.

Diberitakan sebelumnya, seorang KMW, siswi yang duduk di bangku SMP diduga disetubuhi oleh 10 orang pelaku di lokasi dan waktu yang berbeda. Kasus tersebut terjadi sejak Minggu (11/10) lalu. Dimana, tempat kejadian perkara (TKP) pertama, terjadi di Lingkungan Penarungan, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng. Sementara di TKP ke dua, tiga, empat dan lima terjadi di Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news