Jumat, 04 Dec 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Lantaran Surat Silsilah Keluarga, Nenek Renta Diadili di PN Denpasar

23 Oktober 2020, 10: 20: 49 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Lantaran Surat Silsilah Keluarga, Nenek Renta Diadili di PN Denpasar

NENEK : Seorang nenek berurusan dengan hukum lantaran surat silsilah keluarga. (Suharnanto/Bali Express)

Share this      

DENPASAR BALI EXPRESS-Perjalanan hidup dadong (nenek) Ni Ketut Reji sungguh berat. Bagaimana tidak, di usianya ketujuhpuluh empat tahun, warga Jimbaran, Badung itu, diadili di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (22/10). 

Lebih menyedihkan lagi, Dadong Reji tidak mengerti baca tulis dan bahasa Indonesia. Majelis hakim yang diketuai Wayan Gede Rumega, harus menggunakan bahasa Indonesia dan Bali agar bisa dimengerti. 

Dari surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan, diungkap ikhwal Dadong Reji harus dihadapkan ke meja hijau. Dadong Reji dituduh mencemarkan nama baik Ketut Sutarja warga Jimbaran. Akibat lain, Sutarja tidak bisa memanfaatkan tanah yang diklaim sebagai warisannya. 

Kata jaksa, bermula  pada Senin 20 Januari 2020 di rumah Sutarja  Jalan Yoga Perkanthi, dadong Reji dan terdakwa dua I Wayan Karma (54), menunjukkan fotocopy silsilah keluarga yang dibuat Ni Sorti ( alm) 8 Agustus 1981.  

Melalui kuasa hukumnya, I Ketut Nurana, dkk, mengirimkan somasi  5 Februari 2020 dengan melampirkan keterangan silsilah keluarga tanggal 8 Juni 1981 yang dibuat Ni Sorti pada Ketut Sutarja dan Wayan Sumerta. 

Somasi itu ditembuskan ke BPN Badumg, Camat Kuta Selatan, dan Desa Jimbaran. Intinya dalam somasi itu  menerangkan telah terjadi perbuatan melawan hukum yang dilakukan Wayan Kawit (ayah Sutarja), Sutarja sama sama dengan pejabat Desa Jimbaran terkait terbitnya silsilah. 

Sedangkan fotocopy surat keterangan silsilah keluarga tanggal 8 Juni 1981 yang dibuat Ni Sorti (alm), pada pokoknya menerangkan terdakwa Reji dan Karma adalah ahli waris dari Ni Pitik (alm).

Namun, kenyataannya Reji dan Karma tidak memiliki silsilah asli keluarga tanggal 8 Juni 1981 yang dibuat oleh Ni Sorti. Terdakwa hanya pumya fotokopian saja. " Dan surat tersebut tidak tercantum di Kantor Lurah Jimbaran,," kata jaksa. 

Reji dan Karma juga telah tahu ada putusan MA 1989 yang menyatakan penggugat I, Jegeg ( kakek Sutarja) sebagai ahli waris dari Ni Pitik. Namun, Reji dan Karma tetap menggunakan silsilah keluarga tanggal 8 Juni 1981 yang dibuat Sorti (alm). 

Akibat perbuatan kedua terdakwa, Sutarja merasa nama baiknya tercemar dianggap telah memalsukan silsilah keluarga dan tidak dapat mempergunakan hak haknya, juga tanah warisan dari Ni Pitik. 

Atas perbuatannya itu, kedua terdakwa didakwa melanggar pasal 263 ayat. (2) KUHP jo 55 ayat 1 ke (1) KUHP  dengan ancaman 6 tahun penjara. " Karena kami baru terima kuasa, mohon waktu satu minggu untuk ajukan nota keberatan atau eksepsi," ungkap pengacara terdakwa Made Suardana.

(bx/har/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news