Jumat, 04 Dec 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Bantah Selingkuhi Istri Orang, Pengacara Lapor karena Merasa Dianiaya

23 Oktober 2020, 20: 50: 45 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Bantah Selingkuhi Istri Orang, Pengacara Lapor karena Merasa Dianiaya

TIM KUASA HUKUM: (dari kiri) Agung Suryananta,SH,MH, Ketut Wira Atmaja, SH, Benediktus Michael, SH, Rengga Rahmadhany, SH. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS -  Penghuni rumah kos di Jalan Siwa Loka, Kelurahan Padangsambian, Denpasar Barat geger. Ini setelah salah satu penghuni kamar yang merupakan seorang wanita didatangi anggota keluarganya.

Saat datang untuk menggerebek, keluarga perempuan tersebut marah-marah sembari memaki orang yang ada di dalam kamar.

Belakangan diketahui penggerebekan dilakukan lantaran perempuan berinisial NDP ini dituduh berselingkuh dengan seorang oknum pengacara berinisial Ketut WA.

Dalam video yang beredar di sosial media Instagram, aksi keributan di dalam kamar sempat diredam oleh seorang anggota Bhabinkamtibmas dari Polsek Denpasar Barat.

Terkait beredarnya kabar jika tengah berselingkuh dengan istri orang, Ketut WA akhirnya angkat bicara. Ia mengatakan jika peristiwa tersebut terjadi, Senin (19/10/2020) sekitar pukul 18.30 Wita.

Diceritakan, peristiwa bermula saat ia bertemu NDP yang merupakan kliennya untuk membicarakan proses sidang perceraian antara NDP dengan suaminya.

Pembicaraan sendiri mulanya berlangsung di sebuah warung makan di seputaran Jalan Buana Raya, sekitar 1 kilometer dari tempat kos NDP.

"Hari Senin besok (26/10), klien saya ini akan sidang dengan agenda kesimpulan di Pengadilan Negeri Denpasar. Karena di warung situasinya kurang memungkinkan lantaran banyak orang, kami pindah ke tempat kos NDP untuk kembali membicarakan terkait rencana sidang," ucapnya menceritakan kronologi awal, Jumat (23/10) di Kuta, Badung.

Tidak lama di dalam, tiba-tiba datang suami NDP berinisial GWR bersama anaknya laki-laki berinisial W, satu anggota Bhabinkamtibmas dan seorang yang ditengarai teman GWR.

Mereka lalu menggedor pintu kamar. Lantaran penasaran, NDP yang mendengar bergegas membuka pintu, sementara Ketut WA tengah berada di dalam kamar mandi sedang buang air besar.

"Saat saya berada di depan toilet, GWR dan W langsung menyerang. Saya ditendang dan dipukul, saya tidak melawan dan mencoba menghindar tapi terus dikeroyok hingga jatuh menimpa meja. Meja yang berada di sudut ruangan itu patah," tuturnya.

Usai peristiwa tersebut, GWR melapor ke Mapolresta Denpasar atas dugaan perzinaan, sementara Ketut WA juga melaporkan GWR ke Mapolresta Denpasar atas kasus penganiayaan yang dialaminya.

Ketut WA yang saat memberikan klarifikasi didampingi tim kuasa hukumnya dari Animus Law Office menegaskan bahwa tidak ada hubungan khusus antara dirinya dengan NDP.

Yang ada lanjutnya, ia dan NDP tak lebih dari penasihat hukum dan klien. NDP sendiri dikenalnya sejak sekitar 5 bulan lalu, di mana sejak NDP minta dirinya menjadi pengacara kasusnya.

"Klien saya ini sampai harus pindah lima kali tempat tinggal karena dibuntuti terus oleh suaminya itu. Nah saya ini kan penasihat hukumnya, ketika klien minta konsultasi, saya harus datang," tegasnya.

Dirinya juga menyatakan hanya beberapa kali menemui NDP di tempat kosnya. Pertemuan dilakukan untuk membicarakan terkait proses sidang perceraian yang dijalani NDP.

Sementara Rengga Rahmadhany, SH dari Animus Law Office mengaku menyayangkan aksi penganiayaan yang dilakukan terhadap Ketut WA. "Sekalipun Pak Ketut WA ini bukan pengacara, tidak benar juga pada saat penggerebekan dilakukan hal-hal seperti pengeroyokan, intimidasi atau kekerasan," ucapnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak langsung menghakimi Ketut WA jika tidak mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya. "Masyarakat juga agar tahu bahwa ada praduga tak bersalah yang dikedepankan. Jangan sampai ada berita muncul, langsung dituduh orang ini bersalah," tegasnya.

(bx/aim/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news