Jumat, 04 Dec 2020
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Mengulik Sisi Lain Jaya Negara: Jagoan Pingpong, Selalu Low Profile

24 Oktober 2020, 09: 51: 23 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mengulik Sisi Lain Jaya Negara: Jagoan Pingpong, Selalu Low Profile

LOW PROFILE: IGN Jaya Negara dalam acara Webinar bertajuk 'Lebih Akrab Dengan Jaya Negara' yang digelar oleh SAPAMA Center, Jumat (24/10) malam. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR , BALI EXPRESS -  IGN Jaya Negara saat ini menjadi tokoh yang dijagokan untuk menjadi Walikota Denpasar. Banyak orang yang sudah mengenalnya sebagai sosok pejabat yang kalem dan bersahaja. Rupanya sikap itu sudah ia tunjukkan sejak masih remaja. 

"Dari sejak masih SMP anaknya memang sudah kalem, tidak banyak biacara kalau di sekolah, tapi kalau soal prestasi akademik dan non akademik bagus," kata Guru SMP Jaya Negara, Pande Ketut Sudiari dalam acara Webinar bertajuk 'Lebih Akrab Dengan Jaya Negara' yang digelar oleh SAPAMA Center, Jumat (24/10) malam.

Jaya Negara, menghabiskan masa SMP di SMP Dwijendra Denpasar. Selama disana, Jaya Negara, kata Ibu Sudiari, sering mewakili sekolah dalam ajang olahraga pingpong . Diluar prestasi non akademik itu, nilai akademik Jaya Negara selama tiga tahun di SMP Dwijendra terbilang memuaskan.

Mengulik Sisi Lain Jaya Negara: Jagoan Pingpong, Selalu Low Profile

WEBINAR: Peserta Webinar bertajuk 'Lebih Akrab Dengan Jaya Negara' yang digelar oleh SAPAMA Center, Jumat (24/10) malam (istimewa)

"Jiwa seninya dari dulu sudah ada, selain prestasi akademik dan non akademik berupa olahraga pingpong tadi, dia juga gemar sekali menabuh. Bahkan kemampuan dalam menabuh itu sudah mulai terlihat sejak saat itu," jelas Sudiari.

Sama seperti Sudiari, Ida Bagus Anom yang merupakan guru SMA Jaya Negara juga bicara hal serupa. Selama mengenyam pendidikan di SMA I Denpasar, tokoh politisi asal Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur itu juga dikenal sebagai pribadi yang santun dan tak banyak bicara.

"Makanya karakter kepemimpinan beliau itu memang sudah terlihat sejak dari SMA, sikap yang tenang dalam mengambil keputusan itu  yang dibutuhkan oleh masyarakat ditengah situasi sulit yang dialami oleh hampir seluruh daerah saat ini. Kita doakan yang terbaik untuk Jaya Negara," terang Pak Anom masih dalam diskusi yang sama.

Berbeda dari Pak Anom, teman SMA Jaya Negara yakni Ida Bagus Sweta Kamajaya menjelaskan sosok seorang Wakil Wali Kota Denpasar dua periode itu dari sisi yang berbeda. Selain mengenal Jaya Negara yang memiliki kepedulian akan  dunia seninya sangat besar, Sweta mengaku lingkaran pertemanan SMA Jaya Negara mengenalnya sebagai pribadi yang gampang berbaur.

"Contohnya dulu, saat masih SMA I itu kita sering nongkrong di kantin, setiap setelah selesai kelas pasti itu. Belum lagi kalau weekend itu hari Sabtu kita main Billiard, kalau minggu biasanya sering ke acara-acara teman SMA entah itu ulang tahun dan acara yang lain," jelas Sweta.

Sweta mengatakan pribadi Jaya Negara memang dikenal sebagai pribadi yang sangat low profile. Sikap yang demikian, terus melekat saat masuk ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS) Denpasar.

"Waktu masih kuliah di UNDIKNAS dulu saya akrab sekali sama beliau, saya ingat betul ada satu momen dimana kita berangkat ke kampus bareng dengan menggunakan motor bebek, terus motornya mogok, akhirnya di dorong itu motornya, beruntung sampai kampus tak ada yang telat," kenang Nyoman Putra, sahabat Jaya Negara selama kuliah.

Sementara itu di mata istrinya, Sagung Antari, Jaya Negara adalah figur yang selalu mementingkan menyamabraya bahkan setelah memiliki jabatan politik. "Jadi kita tidak lagi mengenal hari Sabtu  dan Minggu. Sebagai istri, saya harus  maklumi. Karena suami sudah menjadi milik masyarakat," jelasnya.

(bx/dip/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news