Jumat, 04 Dec 2020
baliexpress
Home > Bali Under The Moon
icon featured
Bali Under The Moon

Ajak Lestarikan Budaya, Yudistira Associate Gelar Lomba Tari Virtual 

17 November 2020, 10: 54: 52 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Ajak Lestarikan Budaya, Yudistira Associate Gelar Lomba Tari Virtual 

JUARA : Nyoman Sudiantara serahkan penghargaan kepada juara tari virtual yang digelar Yudistira Associate, akhir pekan kemarin (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Final penjurian lomba tari virtual  di Alaya Dharma Negara Hub, Minggu (15/11) lalu, kategori - tari Topeng Keras, tari Topeng Dalem dan tari Arsa Wijaya, masing-masing diikuti  4 orang peserta.

“Semua peserta sudah tampil maksimal dan ada banyak kemajuan setelah mengikuti workshop,” kata Ketua Dewan Juri, Prof Wayan Dibia, sesaat sebelum pengumuman pemenang. 

Adapun aspek penilaian meliputi Wiraga atau aspek penampilan gerakan, Wirama atau kesesuaian dengan irama musik yang dimainkan, Wirasa atau penjiwaan dan emosi dalam menampilkan tarian, serta Wirupa atau kostum dan riasan dari peserta.

Untuk tari Topeng Dalem, juara pertama adalah Ni Kadek Diah Sumita Aksari, disusul Made Motisna Siswari sebagai juara dua,  Ni Ketut Angelica Savitri dan Ni Putu Dwina Paramita di posisi tiga dan harapan.

Sementara kategori Topeng Keras, juara keempt atau harapan adalah I Nyoman Sanjiharta, kemudian I Putu Dhika Yudistira (ketiga), I Made Dendy Dwi Karyana (kedua), dan I Komang Putra sebagai juara pertama . 

Selanjutnya untuk Tari Arsa Wijaya, pemenangnya I Made Dendy Dwi Karyana, posisi kedua I Made Dwipayana Putra, I Putu Dika Yudistira (ketiga) dan I Gusti Ngurah Prayoga Wibawa. Masing-masing pemenang mendapat hadiah berupa uang tunai dan piagam.

Prof Dibia berharap, lomba ini akan dilaksanakan kembali pada tahun depan. “Meskipun ini hal yang tidak biasa karena dilaksanakan oleh sebuah kantor pengacara, tapi saya tahu darah seni memang mengalir dalam diri pak Nyoman Sudiantara,” katanya.

Sementara Nyoman Sudiantara dari Yudistira Associate menyatakan, lomba ini adalah untuk mengajak anak-anak muda melestarikan budaya Bali. “Kita semua dari latar belakang profesi apapun memiliki tanggung jawab menjaga budaya Bali,” kata tokoh yang akrab disapa Ponglik itu.

(bx/har/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news