Jumat, 04 Dec 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Jerinx Minta Bebas, Sebut Dalil Jaksa tak Kredibel

17 November 2020, 19: 41: 45 WIB | editor : Nyoman Suarna

Jerinx Minta Bebas, Sebut Dalil Jaksa tak Kredibel

I Gede Ari Astina alias Jerinx bersama istri. (SUHARNANTO/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - I Gede Ari Astina alias Jerinx melalui tim penasihat hukumnya, Wayan Gendo Suardana kembali mengupas materi tuntutan tim jaksa penuntut umum (JPU) yang dikoordinatori Otong Hendra Rahayu.  Menurut Gendo, jaksa dinilai tidak konsisten dalam menyebutkan pembuktian di dalam materi tuntutannya, terutama keterangan saksi ahli bahasa Wahyu Aji Wibowo. Hal ini disampaikan Gendo dkk dalam duplik (tanggapan atas replik jaksa) di PN Denpasar, Selasa (17/11).

Kata Gendo, jantung pembuktian dalam kasus ini adalah keterangan ahli bahasa. Sementara ahli bahasa Wahyu Aji Wibowo yang dihadirkan jaksa tidak memiliki kapabilitas. Latar belakang pendidikan saksi ahli tersebut ilmu bahasa Inggris bukan bahasa Indonesia. Dari curiculum vitae yang menyebutkan Wahyu Aji Wibowo sebagai ahli bahasa juga tidak ditemukan. Ini artinya, sambung pengacara mantan aktivis kampus Unud itu, jaksa mengelabui sidang. "Kami tidak temukan sertifikat atau piagam pendidikan atau pelatihan bahasa seperti dikatakan jaksa," tuding Gendo berapi-api.

Atas dasar ini, Gendo dkk mempertanyakan pembuktian jaksa yang menyatakan terdakwa Jerinx terbukti bersalah melanggar Pasal 28 UU ITE tentang ujaran kebencian. "Apakah pantas Wahyu Aji disebut saksi ahli bahasa. Kami sebut Wahyu saksi ahli tidak ahli,"tegas Gendo.

Dikarenakan keterangan ahli bahasa yang dihadirkan jaksa tidak memiliki keahlian terkait perkara , pada akhir dupliknya Gendo meminta majelis hakim pimpinan IA Adnya Dewi membebaskan terdakwa Jerinx  dari semua dakwaan. "Kami mohon terdakwa dibebaskan sebab tuntutan jaksa berdasarkan kecorobohan dan ketidaktelitian," harap Gendo.

Usai sidang, Jerinx turut menegaskan permintaannya agar bebas dari semua dakwaan jaksa. "Pak hakim dan bu hakim ternyata saksi ahli bahasa yang dipakai jaksa tidak memiliki keahlian, mohon saya dibebaskan," kata Jerinx didampingi istri dan ibunya. Sidang akan dilanjutkan, Kamis (19/11) dengan agenda putusan majelis hakim.

(bx/har/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news