Jumat, 04 Dec 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali
Kiat Bertahan Hidup di Tengah Pandemi

Dua Sepupu Buka Vesbar, Jual Kopi Bonus Kursus Musik

17 November 2020, 20: 26: 08 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dua Sepupu Buka Vesbar, Jual Kopi Bonus Kursus Musik

VESBAR: Sudarsana dan Yukti Prayoga mangkal di depan rumah, Jalan Bukit Tunggal, Denpasar. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

Pada masa pandemi, usaha-usaha kreatif banyak bermunculan. Bahkan, yang jarang terpikirkan sebelumnya. Seperti dilakoni Made Sudarsana dan Putu Yukti Prayoga.

ENTAH apa yang ada di benak Sudarsana dan Yukti Prayoga. Di tengah badai Covid-19, mereka membuka usaha yang mungkin berbeda dari yang lain. Keduanya mantap membuka bisnis baru dengan konsep yang unik dan bermanfaat, yaitu Vesbar atau Vespa Bar.

Dua lelaki bersaudara sepupu ini menjajakan kopi menggunakan Vespa yang dimodifikasi sedemikian rupa. Kolaborasi ini bisa dikatakan unik karena bagi pembeli mendapat bonus gratis berupa kursus musik selama 30 menit.

Sejak sebulan belakangan, keduanya membuka promo yakni setiap pembelian satu cup minuman untuk anak 5-10 tahun akan mendapat kursus gitar dan keyboard gratis selama 30 menit.

Bukan hanya itu, pengunjung juga bisa karaoke secara gratis sambil menikmati minuman. Mereka juga sering melakukan kolaborasi dengan angkringan maupun pedagang seperti pedagang sate serta dagang soto.

Sudarsana merupakan musisi yang sering manggung di cafe-cafe. Sedangkan Putu Yukti Prayoga adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang harus pulang ke Bali setelah bekerja di kapal pesiar, karena terdampak Covid-19.

Ide membuat Vesbar ini muncul setelah mereka tiga bulan menganggur akibat pandemi Covid-19. Sudarsana tak lagi bisa bernyanyi dari kafe ke kafe, begitu juga Prayoga harus pulang dari kapal pesiar. Kebetulan Sudarsana memiliki Vespa, dan Prayoga memiliki keahlian sebagai bartender, pada akhirnya kolaborasi keduanya memunculkan Vesbar ini.

Vespa milik Sudarsana dimodif sedemikian rupa, dilengkapi tedung poleng dan juga sound system. Dengan modal Rp 2,5 juta yang dikeluarkan berdua, Vespa dimodifikasi agar tampak seperti bar. Mereka terinspirasi food truck dan juga penjual kopi di Australia yang menggunakan motor tua.

"Mulai 5 Juli lalu. Karena kasian Vespanya diam, dan sepupu saya punya peralatan bar. Jadilah usaha ini," kata Sudarsana yang beralamat di Jalan Bukit Tunggal, Denpasar ini.

Soal menu yang disediakan di Vesbar ini, kata Sudarsana, yakni Bali Green, Bali Ocean, Mojito, Bali Sunset Jelly dan Jelly Fruit Squash. "Selain itu, juga ada varian kopi, karena belakangan banyak muncul coffee shop. Jadi isi kopi walaupun basic kami bukan di kopi," imbuh Prayoga menimpali.

Untuk harga satu cup minuman pun sangat terjangkau, hanya Rp 10 ribu. Dan ada lagi, keduanya membuka kolaborasi maupun undangan untuk acara-acara tertentu. Jika diundang untuk acara, harga minuman lebih murah yakni berkisar antara Rp 8.500 hingga Rp 9.000.

Dalam sehari mereka mampu menjual rata-rata 20 cup minuman, dan akan lebih banyak jika ikut kolaborasi dengan pedagang maupun saat acara. Jika tak ada undangan ataupun kolaborasi, mereka bisa ditemui di pinggir jalan di Jalan Bukit Tunggal, Denpasar mulai pukul 14.00 hingga pukul 21.00 Wita.

Awal-awal membuka Vesbar, mereka sempat berjualan di Lapangan Puputan Badung, namun sering didatangi Satpol PP sehingga pindah ke Pantai Kuta. Setali tiga uang, di Pantai Kuta pun mereka tetap harus kucing-kucingan dengan Satpol PP. Akhirnya mereka pun memilih berjualan di depan rumahnya dan melayani kolaborasi maupun undangan.

(bx/dip/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news