Jumat, 04 Dec 2020
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Bau Wangi, Salam Misterius Kerap Muncul di Makam Karang Rupit

19 November 2020, 10: 15: 21 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Bau Wangi, Salam Misterius Kerap Muncul di Makam Karang Rupit

MAKAM LAIN : Di sekitar lokasi Makam Keramat Karang Rupit ini, ada sejumlah makam lain yang tidak diketahui pemilik makam karena tidak ada namanya. (Dian Suryantini/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESA-Banyak kejadian aneh konon terjadi di Makam Keramat Karang Rupit di Dusun Labuan Aji, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng. Seperti namanya, kawasan ini memang keramat.

Cerita berbau mistis kerap dialami sejumlah warga saat melintas di areal Makam Keramat Karang Rupit. Terkadang tercium bau wewangian seperti wangi bunga. 

Menurut penuturan warga sekitar, munculnya bau bunga harum sekilas, kemudian digantikan dengan bau bunga khas yang lainnya, begitu pula seterusnya. 

 “Kadang disini ada bau kembang kantil atau cempaka,  kadang bau melati. Dan, kadang orang melihat di depan di pinggir jalan raya itu sosok orang berjubah putih, tapi wajahnya kayak orang Tiongkok,” ucap seorang warga sekitar yang enggan namanya disebutkan, pekan kemarin. 

Warga ini menceritakan, ada  orang yang datang kesini, kemudian mengaku tiba-tiba merasakan getaran tanah di sekitar makam. Dikatakannya, memang umumnya bila orang ziarah menebar bunga dengan bunga cempaka, otomatis baunya itu pasti bau cempaka, tapi disini kadang-kadang baunya itu berubah menjadi bau bunga yang lainnya. “Bau itu muncul sekilas terus hilang lagi, kadang bertahan sampai satu menit,” sambung warga tersebut. 

Selain kejadian mistis itu, menurut Juru Kunci Makam Keramat Karang Rupit, Samsul Hadi, sering terdengar ucapan salam dari seseorang pada siang maupun malam hari. Ketika salam tersebut dijawab dan dilihat, tidak ada orang sama sekali di sekitar makam.

“Ada yang ucap Assalamualaikum, tapi pas dilihat orangnya kok tidak ada. Tapi saya sama istri disini biasa-biasa saja. Hal-hal seperti itu sudah lumrah terjadi di makam. Jadi saya ya diamkan saja,” sambungnya.

Diterangkan Samsul Hadi, banyak orang yang datang ke makam  untuk ziarah. Tidak saja umat muslim, namun peziarah dari berbagai umat juga mendatangi makan Wali Pitu untuk berdoa. Bahkan umat dari luar negeri pun sempat berkunjung ke Makam Keramat Karang Rupit.

“Wah banyak sekali. Yang non muslim juga banyak. Yang Hindu, Kristen, Buddha. Pokoknya terbuka untuk siapa saja selama mereka percaya. Yang dari luar juga banyak, ada yang dari Australia. Dari Turki juga ada,” papar Samsul Hadi.

Dengan melihat keberadaan Makam Keramat Karang Rupit di Desa Temukus, menjadi penanda keberadaan umat Islam di Bali, khususnya di Desa Temukus (Labuan Aji), Kecamatan Banjar, Buleleng. 

Makam ini merupakan makam salah satu Wali Pitu yang juga disebut Sabatul Auliya bernama The Kwan Lie, bergelar Syeikh Abdul Qadir Muhammad.

Sejarah Makam Keramat Karang Rupit ini diawali dengan masuknya Islam di tanah Bali yang kemudian berkembang dengan pesat. 

Di sekitar lokasi Makam Keramat Karang Rupit ini, terdapat makam-makam lain yang tidak tertulis nama atau siapa pemilik makam tersebut. 

(bx/dhi/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news