Jumat, 04 Dec 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Hibah Pariwisata Badung Berkisar Rp 82 Sampai Rp 16 Miliar

19 November 2020, 17: 38: 23 WIB | editor : Nyoman Suarna

Hibah Pariwisata Badung Berkisar Rp 82 Sampai Rp 16 Miliar

PERTEMUAN: Pjs Bupati Badung Ketut Lihadnyana bersama Sekda Adi Arnawa dan jajarannya menemui Menparekraf Wishnutama di Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rabu (4/11) terkait hibah pariwisata. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS -  Sebanyak 1.065 hotel dan 345 restoran di Badung memenuhi persyaratan sebagai penerima hibah pariwisata. Penerima hibah ini telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Badung Nomor 67/054/HK/2020 tentang Penetapan Hotel dan Restoran Penerima Hibah Pariwisata Tahun Anggaran 2020. Hibah yang diterima bervariasi. Menariknya, untuk hotel, paling banyak menerima Rp 16 miliar dan paling sedikit menerima Rp 182 ribu. Sedangkan restoran paling besar Rp 5,4 miliar dan paling kecil adalah Rp 82.
Pjs Bupati Badung I Ketut Lihadnyana, Rabu (18/11), menerangkan, hibah yang diterima tergantung besaran pajak yang disetor ke Pemkab pada tahun 2019. Makin tinggi pajak yang disetor, maka semakin banyak hibah yang diterima. Demikian pula sebaliknya. "Meski ada yang menerima dalam jumlah sangat kecil, tetap kami tetapkan dalam surat keputusan, karena mereka berhak," ungkapnya.
Hanya saja, soal nantinya yang bersangkutan mengambil hibah tersebut atau tidak, pemerintah tak bisa memaksakan. Sebab dengan jumlah hibah yang sangat kecil, tentunya memerlukan biaya mengurus berkas yang lebih besar. "Surat keputusan ini layaknya pengumuman bahwa hotel dan restoran yang disebutkan memenuhi kriteria sesuai petunjuk teknis. Untuk dapat menerimanya, mereka harus melengkapi berkas administrasi, menandatangani NPHD, setelah itu baru bisa dicairkan," terangnya.
Berdasarkan data base yang dimiliki Badan Pendapatan Daerah termasuk juga di Dinas Pariwisata, jumlah database wajib pajak (WP) hotel di Kabupaten Badung sebanyak 3.351 hotel. Dari jumlah tersebut, yang memenuhi syarat sesuai petunjuk teknis yakni 1.065 hotel. Sedangkan, dari database wajib pajak restoran tahun 2019 ada 1.846 usaha. Hasil verifikasi yang memenuhi syarat sebanyak 345 restoran.
Kepala BKD Provinsi Bali ini pun meminta agar hotel dan restoran yang menerima hibah tersebut segera mengurus berkas sehingga hibah segera bisa dicairkan. "Kita tidak akan menunggu semuanya. Siapa yang sudah melengkapi berkas, akan kita cairkan segera sehingga bisa secepatnya dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Karena, kalau kita menunggu semuanya agar sekalian, maka kasihan yang rajin," tegasnya.
Lebih lanjut, pelaporan penggunaan hibah, jelas Lihadnyana, paling lambat tanggal 10 Januari 2021. Dalam pemanfaatan hibah, pemerintah sudah bekerja sama dengan pihak terkait dalam melakukan pengawasan, di antaranya BPKP, Kejaksaan, dan Kepolisian. Mulai dari perencanaan, penggunaan, hingga pelaporan. "Termasuk media dan masyarakat, kita harapkan ikut melakukan pengawasan. Jika menemukan kejanggalan, silahkan disampaikan. Karena komitmen kami adalah terwujudnya transparansi," ujarnya.
Bahkan, pria asal Buleleng ini menegaskan, tak segan menindak jika ada aparat “nakal”. Misalnya meminta keuntungan dari hibah tersebut. "Misalnya sudah cair Rp 10 miliar, ternyata ada aparat minta fee, pecat. Kita harus berani. Ini dalam rangka mewujudkan good governance dan clean government," tandasnya.
Seperti diketahui, dari total anggaran hibah pariwisata yang diterima, yakni Rp 948 miliar, 70 persennya atau senilai Rp 663 miliar untuk pelaku usaha hotel dan restoran. Sisanya 30 persen digunakan untuk kegiatan Pemerintah Daerah yang menyangkut masalah keamanan, kebersihan, kesehatan dan lingkungan. "Dari Rp 663 miliar tersebut, pada tahap pertama baru cair 50 persen. Untuk hotel pada tahap I dicairkan Rp 238 miliar lebih dan untuk restoran Rp 92 miliar lebih. Ini segera kami cairkan secara bertahap. Bila pencairan tahap I sudah berjalan 50 persen, dapat diusulkan untuk pencairan tahap kedua kepada pemerintah pusat, " kata Lihadnyana.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news