Rabu, 02 Dec 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Ribuan Bibit Ikan Nila Ditebar di Subak Kedu

19 November 2020, 21: 13: 39 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Ribuan Bibit Ikan Nila Ditebar di Subak Kedu

MINA : Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng saat mengembangkan sistem mina padi di Subak Kedu, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Kamis (19/11) (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS- Sebanyak 8 ribu ekor bibit Ikan Nila ditebar di Subak Kedu, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kamis (19/11) lalu. Penyebaran yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng ini sebagai upaya pengembangan sistem mina padi. 

Kepala DKPP Buleleng Gede Melandrat menjelaskan,  pihaknya memang telah merancang agar mina padi dapat dikembangkan di wilayah Desa Panji. Pertimbangannya, karena desa tersebut  memiliki sistem irigasi yang cukup baik, bahkan pengairannya juga  cukup bersih.

"Desa Panji kedepan akan dijadikan sebagai destinasi mina padi. Dikembangkan budidaya yang ramah lingkungan, sehingga beras yang dihasilkan juga bebas dari psetisida. Ini juga sekaligus untuk menggerakkan sektor pertanian di kawasan pinggiran kota. Kalau ada desa lain yang berminat, kami juga siap mendukung," terangnya.

Dikatakan Melandrat, sistem mina padi ini, diharapkan dapat memberikan dampak kesejahteraan bagi petani. Pasalnya, selain dapat memanen padi, dalam kurun waktu enam bulan kedepan, ikan Nila juga sudah bisa dipanen baik untuk dikonsumsi sendiri atau dijual. Dengan adanya pengembangan mina padi ini, produksi ikan air tawar di Buleleng diharapkan ikut meningkat.

"Selama ini, produksi ikan di Buleleng lebih rendah ketimbang konsumsinya. Untuk Lele saja biasanya harus disupport dari Jembarana atau Banyuawangi. Sementara konsumsi ikan air tawar di Buleleng sebenarnya cukup tinggi. Sehingga dengan adanya sistem mina padi ini, diharapkan produksi ikan air tawar juga ikut meningkat," jelasnya.

Di sisi lain, Perbekel Desa Panji, Made Mangku Ariawan menyebutkan, bila Ikan Nila yang ditebar dalam sistem mina padi ini sudah bisa dipanen, rencananya pihaknya akan mengolah ikan tersebut menjadi produk makanan dendeng asap ikan Nila, yang diolah oleh kelompok ibu-ibu PKK yang ada di desa tersebut. Produk selanjutnya akan dijual melalui Bumdes

"Kami akan buat menu kuliner dendeng asap ikan Nila menjadi makanan khas Desa Panji. Termasuk sistem mina padinya tentu akan terus kami kembangkan. Produk makanannya akan kami kemas sesuai standar makanan, sehingga bisa memberikan value untuk masyarakat di desa," ucapnya.

Rencana mengolah hasil panen sistem mina padi  menjadi produk makanan itu pun disambut baik oleh Dinas Ketahanan Pangan. Bahkan, siap membantu Desa Panji untuk memasarkan produk makanan yang dihasilkan.

"Kalau hasilnya bisa diolah menjadi produk makanan, kontribusinya akan jauh lebih baik. Kami kedepan siap membantu memasarkan dan memberikan pelatihan. Karena tupoksi kami juga mendorong ekonomi mikro di desa dengan menggelar pangan lokal yang bisa menjadi ruang para UMKM, KWT, dan Kelompok Tani atau kelompok masyarakat desa untuk berkreasi, dan dipasarkan di daerah perkotaan," pungkasnya. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news