Rabu, 02 Dec 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Mulai Langka, Desa Saba Kembali Budidaya Kunyit

19 November 2020, 22: 09: 32 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Mulai Langka, Desa Saba Kembali Budidaya Kunyit

PERBEKEL : Perbekel Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Ketut Redhana. (Putu Agus Adegrantika/Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Kunyit Bonbiyu yang ada di Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar pada tahun 1980 hingga 1990 merupakan kunyit yang dicari-cari oleh banyak kalangan. 

Kunyit yang ada di Desa Saba  memiliki warna yang benar-benar kuning dan berkhasiat untuk dijadikan jamu maupun basa gede (racikan bumbu), sebab rasanya dinilai berbeda dengan kunyit pada umumnya. Namun, saat ini kunyit ciri khas desa tersebut telah punah, sehingga perlu mulai dibudidayakan kembali.

Hal itu diungkapkan oleh Perbekel Desa Saba, Ketut Redhana, saat ditemui Kamis (19/11). Disebutkan di areal persawahan warga tahun itu rata-rata menanam kunyit. Namun, setelah tahun 90-an banyak yang tidak lagi menanam kunyit di areal sawah maupun di halaman rumahnya.

“Orang-orang biasanya bilang kunyit Bonbiyu warna kuningnya dan aromanya luar biasa. Biasanya untuk loloh kunyit (jamu) dan kebasa (racikan bumbu). Waktu itu tahun 1980 sampai 1990 masih ada, setelah tahun itu sudah mulai punah. Karena kebanyakan beralih menanam tanaman lain,” jelasnya.

Bedanya dengan kunyit di daerah lain, lanjut Redhana,  diperkirakan karena pengaruh dari tanah dan hawa yang ada di Desa Saba. Sebab tekstur tanah yang ada di desa setempat sangat memengaruhi tumbuhnya kunyit, sehingga sempat dikenal sebagai kunyit Bonbiyu di Desa Saba.

“Sempat kunyitnya dahulu dibawa dan ditanam di daerah lain, tapi warna dan aromanya sangat berbeda jauh.  Tanah dan hawanya sangat betpengaruh,” sambung pensiunan pegawai Dinas Pertanian tersebut.

Redhana mengungkapkan pihaknya di desa berencana membangkitkan dan membudidaya kembali kunyit tersebut. "Kami masih mencari bibit kunyit yang masih ada ditanam oleh warga setempat untuk dikembangkan lagi,  membangkitkan kembali kunyit Bonbiyu sebagai ikon juga,” tandasnya.

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news