Jumat, 04 Dec 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Langgar Prokes, Empat Pelajar SMP Dihukum Menghafal Pancasila

20 November 2020, 06: 00: 59 WIB | editor : Nyoman Suarna

Langgar Prokes, Empat Pelajar SMP Dihukum Menghafal Pancasila

PUSH-UP : Salah seorang pelanggar prokes dihukum push-up. (ISTIMEWA)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS - Hampir setiap menggelar operasi penegakan hukum protokol kesehatan (prokes) dalam rangka pencegahan Covid-19, Tim Yustisi Kabupaten Klungkung menemukan warga yang melanggar. Seperti operasi di Jalan Raya Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kamis (19/11), Tim Yustisi mendapati 16 orang tidak pakai masker. Empat orang di antaranya pelajar SMP.

Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung I Putu Suarta mengatakan, keempat pelajar ini dihukum menghafal Pancasila dan push-up. Tim tidak tega menghukumnya dengan mengenakan denda sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Bupati Klungkung Nomor 66 Tahun 2020.  Dalam peraturan itu diatur bahwa pelanggar prokes dikenakan denda Rp 100 ribu. “Kalau dikenakan denda, kasihan tidak bawa uang. Jadi kami berikan hukum sesuai situasi saja,” jelas Suarta.

Selain memberikan efek jera, hukuman push-up menyehatkan. Sedangkan menghafal Pancasila untuk mengetahui pemahamannya. “Karena mereka kan pelajar SMP,” sambungnya. Ternyata mereka tidak langsung hafal. “Mungkin karena grogi. Namanya juga anak-anak,” imbuh Suarta.

Terhadap pelanggaran itu, Suarta mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mengawasi anaknya agar tetap mengikuti prokos di tengah pandemi Covid-19. Seperti mencuci tangan dengan sabun, wajib memakai masker, wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Selain itu, orangtua juga harus tetap mengingatkan anaknya untuk tertib lalu lintas. “Selain melanggar prokes, anak-anak itu masih di bawah umur mengendarai sepeda motor. Tidak pakai helm,” tegas Suarta.  

Bagaimana dengan pelanggar prokes lainnya? Ditegaskan Suarta, pelanggar lain, karena sudah dewasa, dikenakan denda Rp 100 ribu bagi yang tidak membawa masker. Sedangkan mereka yang tidak menggunakan masker dengan benar diberikan teguran tertulis dan push-up. “Kami akan terus lakukan pengawasan hingga masyarakat tertib dan bebas dari Covdi-19,” tandas pria yang juga ketua PHDI Klungkung itu.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news