Jumat, 04 Dec 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Pembatas Jembatan Tukad Bangkung Diganti

20 November 2020, 21: 57: 42 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pembatas Jembatan Tukad Bangkung Diganti

GANTI PEMBATAS: Sejumlah pekerja melakukan penggantian pembatas jembatan Tukad Bangkung di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kamis (19/11) sore. (SURPA ADISASTRA/BALI EXPRESS)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Pembatas jembatan Tukad Bangkung, Pelaga, Petang, terlihat dilakukan pergantian di beberapa bagian. Khususnya pembatas yang semula berupa tralis. Lantaran karat dan rusak, kini diganti menggunakan besi hollow. Selain itu, terlihat telah pula dilakukan pengecatan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (19/11) sore, pembatas berupa tralis tengah dilepas beberapa pekerja. Sebagian lainnya telah diganti dengan besi hollow. Cat pembatas yang semula berwarna coklat, juga terlihat kini berwarna hitam. “Iya, ini sedang diganti,” ujar salah satu pekerja saat ditanya.
Pemasangan pembatas terlihat menggunakan mesin las. Sementara tralis besi yang sudah dilepas dinaikkan ke truk dump yang siaga di lokasi. Terlihat setidaknya ada tiga pekerja yang mengerjakan penggantian tersebut.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung IB Surya Suamba saat dikonfirmasi, tak berkomentar banyak. Sebab penggantian bukan dilakukan pihaknya. “Itu PUPR Provinsi (Bali, Red) mungkin,” ujarnya, Jumat (20/11).
Adapun pemeliharaan Jembatan Tukad Bangkung, terang Surya Suamba, merupakan wewenang Pemprov Bali. Sebab jembatan yang menjadi ikon Badung utara itu bagian dari jalan provinsi. “Iya pemeliharaan jembatan itu wewenang provinsi, karena jalan provinsi,” katanya.
Sementara Pelaksa Tugas (Plt) Kadis PUPR Provinsi Bali I Gede Wayan Samsi Gunarta saat dikonfirmasi juga tidak banyak memberikan komentar. Namun, dia membenarkan adanya pengerjaan pemeliharaan tersebut. “Betul ada pemeliharaan sifatnya rutin,” ujarnya singkat.
Sekadar mengingat, Jembatan Tukad Bangkung diresmikan penggunaannya 19 Desember 2006. Jembatan sepanjang 360 meter itu sempat dikatakan terpanjang di Bali dan tertinggi di Asia. Pembangunan saat itu menggunakan APBD Provinsi Bali dengan sistem tahun jamak atau multiyears.
Jembatan ini juga menjadi salah satu tempat pelaksanaan pawai Festival Budaya Pertanian yang biasanya dilaksanakan Pemkab Badung beberapa tahun belakangan. Hanya saja tahun 2020 tak terselenggara lantaran pandemi Covid-19.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news