Jumat, 04 Dec 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Prokasih Bersihkan Sampah Plastik dari Tukad Yeh Sungi

21 November 2020, 06: 04: 27 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Prokasih Bersihkan Sampah Plastik dari Tukad Yeh Sungi

BERSIH SAMPAH : DLH Tabanan dan sejumlah komunitas Program Kali Bersih, bersihkan sampah di Tukad Yeh Sungi, Jumat (20/11). (istimewa)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Sebanyak lebih dari 300 kg sampah plastik ditemukan di aliran Tukad Yeh Sungi, Desa Batannyuh, Kecamatan Marga, Tabanan, dalam kegiatan Prokasih (Program Kali Bersih) yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, Jumat (20/11). 

Kepala DLH Tabanan, I Made Subagia menjelaskan, kegiatan terpadu Prokasih tersebut digelar dalam rangka memeringati HUT Kota Tabanan ke 527 sekaligus Hari Puputan Margarana yang jatuh setiap tanggal 20 November. 

Kegiatan yang dilakukan di Tukad Yeh Sungi ini, juga merupakan implementasi dari Pergub Nomor 24 Tahun 2020 tentang Perlindungan Mata Air, Sungai dan Laut. "Orang tidak boleh membuang sampah ke perairan, edukasinya kita membersihkan sampah yang ada di aliran sungai, utamanya sampah plastik yang sulit terurai," paparnya.

Dikatakannya, aksi bersih-bersih ini turut melibatkan komunitas Bhakti Ring Pertiwi (B-Riper) yang selama ini aktif pada restorasi Sungai Yeh Empas, kemudian APSI (Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia), Tukad Bindu, Sungau Watch, tim dari Kodim 1619/Tabanan, Koramil Marga, Camat Marga, Polsek Marga, PKK Desa, Sekaa Teruna hingga siswa SD setempat. 

"Karena masih dalam suasana Covid-19 ya tetap kita undangn perwakilan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 yang ketat, pakai masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak," imbuhnya.

Dari Tukad Yeh Sungi berhasil didapatkan sampah plastik lebih dari 300 kilogram yang kemudian langsung dipilah dan diambil oleh APSI. "Jadi tidak ada sampah yang tersisa di tempat," tegasnya.

Ditambahkannya, dari sampah  sampah yang dikumpulkan ada juga sampah organik, baik itu yang sengaja atau tidak sengaja dibuang ke aliran sungai tersebut. Terlebih memang banyak tumbuhan yang hidup di sisi sungai.

"Tapi tidak bisa kita pungkiri jika masih ada upaya sengaja buang sampah, seperti misalnya di ujung jembatan. Namun kedepannya dengan adanya perarem yang akan dibuat oleh seluruh Desa Adat yang ada di Bali, nanti akan mengatur masyarakat tidak boleh buang sampah sembarangan, dan kita harus optimis," tandasnya.

Melalui kegiatan Prokasih, lanjutnya, diharapkan masyarakat semakin menyadari akan pentingnya kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke mata air seperti sungai, dan sebagainya. 

(bx/ras/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news