Jumat, 04 Dec 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Gelombang Kedua, 20 Ribu UMKM di Gianyar Ajukan Banpres

21 November 2020, 06: 28: 20 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Gelombang Kedua, 20 Ribu UMKM di Gianyar Ajukan Banpres

BANTUAN : Warga mengajukan persyaratan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) gelombang kedua di Kantor Dinas Koperasi Kabupaten Gianyar, Jumat (20/11).  (istimewa)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Pengajuan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) gelombang kedua masih berlanjut hingga Senin (23/11) mendatang. Sampai saat ini sudah sebanyak 20.319 UMKM di Gianyar mengajukan Banpres tersebut. 

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gianyar, Dewa Mahayasa menjelaskan, jumlah ini meningkat dari permohonan gelombang pertama yang hanya 12.368 UMKM. 

Disebutkannya hingga penutupan pendaftaran Senin mendatang, jumlah permohonan diperkirakan akan terus bertambah. Lantaran sejumlah masyarakat masih antusias membawa dan mengajukan berkas kelengkapan permohonan. 

Dewa Mahayasa mengatakan, pihaknya hanya selaku perpanjangan tangan dan Kementerian Koperasi dan UMKM RI. Sehingga pihaknya pun hanya memfasilitasi masyarakat yang mengajukan bantuan tersebut.

"Kami hanya menerima berkas kemudian mengirimkan data ke pusat, bukan menyeleksi. Verifikasi ranahnya di Kementerian, pencairan atau penyalurannya di dua bank yang ditunjuk, yakni BNI dan BRI,"  ucapnya. 

Dewa Mahayasa meminta para pemohon agar bersabar dan mempercayakan pada sistem. Karena dari seluruh permohonan belum tentu seluruhnya lolos verifikasi.

"Kadang animo masyarakat begitu mengajukan permohonan bisa langsung dapat. Padahal, ada verifikasi terlebih dulu. Seperti tahap pertama, pemberitahuan cairnya bantuan itu disampaikan lewat SMS ke nomor pemohon. Itu sudah sistem yang bekerja, kami di sini hanya memfasilitasinya saja," tegasnya. 

Kepada pemohon, Dewa Mahayasa mengingatkan agar lebih teliti mengisi berkas. Seperti pengisian nomor NIK ataupun nama serta nomor handphone. Disebutkannya, beda satu nomor saja pada keterangan nomor handphone atau NIK bisa dicoret oleh sistem.

"Ada yang tidak lolos hanya gara-gara salah nulis nomor  telepon, NIK, KTP dan nama. Beda satu angka atau satu huruf saja, karena ini sistem bisa ndak muncul. Maka itu harus lebih teliti," tandasnya. 

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news