Selasa, 24 Nov 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Bawaslu Libatkan Generasi Muda Jadi Pengawas Partisipatif

22 November 2020, 05: 20: 59 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Bawaslu Libatkan Generasi Muda Jadi Pengawas Partisipatif

RAKOR : Suasana  Koordinasi Pengawasan Partisipatif dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan 2020, di Warung CS Bedha, Kamis (19/11).  (Dewa Rastana/Bali Express)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Bawaslu Tabanan melibatkan kawula muda dalam hal partisipatif masyarakat pada Pilkada Tabanan 2020. 

Anggota Bawaslu Bali, Wayan Wirka, usai Rapat Koordinasi Pengawasan Partisipatif dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan 2020, di Warung CS Bedha, Kamis (19/11), mengatakan, generasi muda ini diharapkan dapat menyebarkanluaskan informasi kepada keluarga dan masyarakat sekitarnya untuk ikut andil dalam mensukseskan pesta demokrasi tersebut.

Rapat koordinasi kemarin diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari sejumlah universitas yang ada di Tabanan, organisasi kepemudaan seperti KMHDI Tabanan, Peradah Tabanan, KNPI Tabanan, serta perwakilan OSIS dan Pramuka yang sudah berusia 17 tahun.

Menurutnya, dalam rapat koordinasi tersebut, pihaknya menyampaikan kepada masyarakat, khususnya generasi muda Tabanan untuk dapat terlibat sebagai pengawas partisipatif dalam Pilkada Tabanan 2020 sesuai dengan amanat undang-undang. 

"Keterlibatan masyarakat merupakan salah satu bukti suksesnya pelaksanaan Pemilu. Kalau masyarakat tidak terlibat, bagaimana Pilkada Tabanan 2020 ini bisa sukses?" tegasnya.

Terlebih, Bawaslu tidak bisa melakukan pengawasan sendiri tanpa partisipasi masyarakat. Sehingga kali ini pihaknya melibatkan generasi muda dengan harapan sesampainya di rumah, mereka bisa menyampaikan kepada keluarga dan masyarakat sekitarnya bahwa masyarakat wajib ikut terlibat dalam pesta demokrasi.

 "Pengawasan partisipatif adalah upaya meningkatkan angka partisipasi masyarakat untuk melakukan pengawasan mengawal proses demokrasi ke arah yang lebih baik lagi, sekaligus menekan potensi kecurangan," imbuhnya.

Misalkan, masyarakat melihat potensi kecurangan di sekitarnya, dapat melaporkan hal tersebut ke Bawaslu Tabanan. Beberapa hal yang menjadi objek pengawasan dalam Pilkada Tabanan 2020 ini, diantaranya adalah money politics dan penerapan protokol kesehatan (prokes) pencagahan Covid-19 di masing-masing TPS saat hari pemungutan suara tanggal 9 Desember 2020 mendatang. 

"Karena Pilkada digelar dalam masa pendemi, maka penerapan prokes pencegahan Covid-19 ini sangat penting dan tidak boleh luput dari pengawasan. Dan, pengawasan ini harus dilakukan bersama," imbuhnya.

Penerapan prokes pencegahan Covid-19 yang dimaksud antara lain mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah masuk ke TPS, menggunakan masker, serta menjaga jarak. "Di setiap TPS juga kita pastikan sudah menyediakan segala sesuatu yang berkaitan dengan penerapan prokes pencegahan Covid-19. Masyarakat sebagai pengawas partisipatif diharapkan dapat terlibat dalam pengawasan nanti," tandas Wirka. 

(bx/ras/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news