Selasa, 24 Nov 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Buleleng Nihil Kasus Baru, Penanganan Covid-19 Kian Membaik

22 November 2020, 06: 00: 59 WIB | editor : Nyoman Suarna

Buleleng Nihil Kasus Baru, Penanganan Covid-19 Kian Membaik

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Penanganan Covid-19 di Buleleng semakin membaik. Pasalnya, Jumat (20/11), tidak ditemukan penambahan kasus baru. Hal ini terjadi berkat kesadaran dan kedisiplinan masyarakat yang mulai tinggi untuk menerapkan protokol kesehatan.

Bupati Buleleng yang juga sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengatakan, pemerintah sudah kerja keras dalam melakukan penanganan Covid-19. Bahkan, kasus diklaim mengalami penurunan. Hal ini, diakuinya, lantaran kesadaran masyarakat yang tinggi dalam penerapan protokol kesehatan.

“Buleleng kembali masuk zona kuning. Tetapi, kita tidak boleh lengah. Harus tetap waspada. Terapkan prokes. Tugas pemerintah melakukan Tracing, Test dan Treatment (3T). Tugas masyarakat menerapkan 3M secara ketat, seperti wajib memakai masker, wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta wajib mencuci tangan dengan sabun,” jelasnya.

Terkait ancaman dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang akan mencopot kepala daerah bila melanggar protokol kesehatan, Suradnyana mengaku, tidak merasa terbebani.

“Memang tugas kepala daerah kan harus memberikan contoh kepada masyarakatnya untuk patuh dengan protokol kesehatan. Kalau semua pejabat memberikan contoh yang baik dengan menggunakan masker, masyarakat pasti akan mengikuti. Tidak ada beban, karena saya sudah melakukannya dengan baik,” jawab Suradnyana.

Sementara itu, perkembangan Covid-19, Jumat (20/11) dilaporkan ada penambahan satu pasien yang meninggal. Selain itu juga terdapat penambahan enam pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, I Ketut Suweca menyebutkan, ada penambahan satu kasus meninggal dunia ini, yaitu warga asal Kecamatan Busungbiu, berjenis kelamin laki-laki dan berusia 62 tahun.

Almarhum mulanya datang ke RSUD Buleleng, Selasa (10/11), dengan keluhan sesak napas, lemas, batuk dan diare. Setelah dilakukan swab test, hasilnya menunujukkan positif Covid-19. Selain itu, pasien juga memiliki riwayat sakit gagal ginjal. Pasien meninggal dunia, Kamis (19/11). Secara kumulatif, kini kasus kematian mencapai 56 orang.

Sementara untuk enam pasien yang telah dinyatakan sembuh, merupakan warga asal Kecamatan Buleleng sebanyak tiga orang, dari Kecamatan Busungbiu satu orang, serta dari Kecamatan Seririt dua orang. Dengan demikian, jumlah kumulatif pasien yang telah dinyatakan sembuh sejak Maret hingga saat ini mencapai 1.029 orang.

Dengan adanya pengurangan enam pasien karena telah dinyatakan sembuh ini, sisa pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan kini berjumlah 19 orang. Dengan rincian tiga orang dirawat di RSUD Buleleng. Dua orang dirawat di RS Bali Med Buleleng. Satu orang dirawat di RS Kerta Usada. Satu orang di RS Tangguwisia Seririt. Sebanyak 11 orang diisolasi di salah satu hotel Denpasar. Dan satu lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news