Selasa, 24 Nov 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Sembuh Covid-19, Mudana Akui Penting Motivasi Orang Terdekat 

22 November 2020, 09: 45: 20 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Sembuh Covid-19, Mudana Akui Penting Motivasi Orang Terdekat 

I Nengah Mudana Atmaja. (Made Mertawan/Bali Express)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS- Covid-19 bisa menjangkit siapa saja. I Nengah Mudana Atmaja adalah salah satu dari ratusan warga Bangli yang terpapar Covid-19. 

Kini, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bangli itu sudah sembuh. Sudah beraktivitas kembali mengawasi tahapan Pilkada Bangli.

Mudana tidak pernah membayangkan dirinya akan positif Covid-19. Ia terpapar September lalu. Virus dirasakan ada dalam tubuhnya berawal saat suhu tubuhnya tiba-tiba naik menjadi 38 derajat celcius. 

Sempat minum obat penurun panas, ternyata efeknya hanya sekitar 5 jam. Setelah itu naik lagi. Dia juga merasakan sakit kepala. Akhirnya diperiksa dokter, lanjut rapid test. “Hasil rapid test reaktif,” ungkap Mudana, Sabtu (21/11). 

Semakin curiga terpapar Covid-19, Mudana akhirnya tes swab. Hasilnya positif Covid-19. Dia pun harus menjalani isolasi di salah satu rumah sakit di Bangli karena bergejala. 

Pejabat asal Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku ini sekitar sembilan hari dirawat di rumah sakit. Boleh pulang setelah tidak merasakan gejala. Namun, dengan catatan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah. Sebab  hasil swab masih positif. “Suhu tubuh sudah tidak panas, sakit kepala sudah hilang. Tetapi masih positif Covid,” kisahnya.

Kondisi itu sempat membuatnya down. Ia pun bertekad disiplin menjalani isolasi agar orang-orang di sekelilingnya tidak ikut terpapar. Mudana juga berupaya menerapkan pola hidup sehat. Makanan bergizi dan olahraga teratur. 

Setelah dua pekan isolasi di rumahnya, ia dipindah ke hotel karena ada aturan baru di Pemkab Bangli. Tidak ada isolasi mandiri. Semua yang positif menjalani isolasi di hotel bagi yang tidak bergejala. Sedangkan yang bergejala isolasi di rumah sakit. Semua biaya ditanggung pemerintah. “Tyang (saya) sembilan hari di hotel,” jelasnya. 

Meskipun tidak merasakan sakit, anggota Bawaslu Divisi Hukum dan Penindakan ini mengakui, menjalani isolasi sempat membuatnya galau. Selain masih ada virus dalam tubuhnya, dia juga harus jauh dari keluarga maupun rekan-rekannya. 

Sebagai komisioner Bawaslu, Mudana tidak bisa maksimal mengawasi tahapan Pilkada Bangli. “Untuk membunuh bosan dalam isolasi, tetap melakukan kegiatan yang membuat perasaan senang,” imbuh Mudana. 

Selama isolasi, mantan komisioner KPU Bangli ini menghabiskan waktu menonton konten menyenangkan, memotivasi diri di Youtube. Dia juga rutin berolahraga, berjemur untuk mempercepat virus mati.

Tak kalah pentingnya pula, motivasi dari keluarga dan orang-orang terdekatnya karena itu akan membuat dirinya terpacu untuk segera sembuh. Setiap saat menyempatkan diri video call dengan keluarganya, termasuk selalu berdoa. 

“Dukungan juga datang dari teman-teman kantor dan staf, termasuk atasan di Bawaslu provinsi. Penting motivasi dari orang terdekat,” bebernya. 

Setelah sembuh dari Covid-19, Mudana berpesan agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan disiplin. Ikut imbauan pemerintah. Seperti rajin cuci tangan, jaga jarak, dan selalu pakai masker. Bagi yang positif agar menjalani isolasi dengan baik, selalu selalu berdoa.

 “Sebelum pernah kena mungkin masih belum percaya. Setelah kena baru merasakan bahwa Covid-19 itu benar-benar ada,” tandasnya.

Imbauan selalu mengikuti prokes juga sering disampaikan Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa. Katanya, ketaatan masyarakat menjadi kunci mencegah terpapar Covid-19. Dirgayusa menyebutkan, berdasarkan data Sabtu, tinggal dua pasien asal Bangli menjalani isolasi. “Tetap ikuti prokes,” pesannya.

(bx/wan/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news