Senin, 30 Nov 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Sekolah di Bangli Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

22 November 2020, 20: 24: 16 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sekolah di Bangli Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

TEMPAT CUCI TANGAN: SMPN 2 Kintamani di Desa Belantih telah menyiapkan tempat cuci tangan. (ISTIMEWA)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Sekolah di Kabupaten Bangli siap melaksanakan pembelajaran tatap muka mulai semester genap, Januari 2021. Kesiapan tersebut seiring terbitnya surat keputusan bersama empat menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada semester genap di masa pandemi Covid-19. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli I Nengah Sukarta, Minggu (22/11).

Selain itu, sekolah di Bangli juga sejak awal telah menyiapkan fasilitas protokol kesehatan (prokes) di sekolahnya masing-masing untuk menunjang pembelajaran tatap muka, seperti tempat cuci tangan, thermogun, hand sanitizer dan lainnya. Begitu ada lampu hijau pembelajaran tatap muka, tidak perlu banyak persiapan. Tinggal melengkapi kekurangan. “Dengan kondisi saat ini, Bangli memungkinkan. Dari segi persiapan prokes, sudah siap,” terang Sukarta.

Sekarang tinggal menunggu tindak lanjut dari gubernur maupun bupati soal keputusan bersama menteri itu, termasuk teknis pembelajarannya. Apakah serentak semua siswa dalam satu sekolah bisa datang bersamaan atau menggunakan sistem sif.  Itu yang belum jelas.

Mantan kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli ini mengakui, pembelajaran sistem dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) yang diterapkan saat ini menemui beberapa kendala, terutama siswa kelas I. “Perlu mendapat pendampingan ketat dari guru,” jelas Sukarta.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Bangli Ida Bagus Gede Wardana  menyambut baik rencana pembelajaran tatap muka. Sama halnya dengan Sukarta, pihaknya juga menegaskan bahwa sistem pembelajaran yang berlaku saat ini tidak optimal karena beberapa kendala. Salah satunya terkait fasilitas. Tidak semua siswa di Bangli memiliki handpone (HP) android. Sehingga ada yang menggunakan HP satu berdua, bahkan bertiga dengan kakak atau adiknya. Ada juga yang harus menggunakan HP orangtuanya. Belum lagi banyak siswa mengalami kendala jaringan internet sehingga pembelajaran harus luring. “Itu menyebabkan pembelajaran tidak lancar,” terang Wardana.

Kepala SMP Negeri 2 Bangli ini menambahkan, sekolah SMP di Bangli sebenarnya sudah sempat merencanakan pembelajaran tatap muka mulai akhir Oktober. Semua sekolah sudah menyiapkan  tempat cuci tangan, thermogun, masker dan kelengkapan menjalankan prokes lainnya. Semua sudah siap. Namun karena Bangli kala itu masih zona merah Covid-19, akhirnya tatap muka ditunda.  “Kalau sekarang sudah dinyatakan boleh, tentu mengikuti aturan main yang ada,” katanya.

Apabila pembelajaran tatap muka benar-benar dilakukan, maka sekolah melakukan pengaturan kehadiran siswanya dengan memperhatikan kondisi masing-masing sekolah. Sebab ada sekolah yang siswanya sangat banyak. “Apakah nanti dilaksanakan secara sif pagi dan sore, tentu masih harus berkoordinasi, merapatkan, menyamakan persepi dulu, sehingga tidak ada pembelajaran luring lagi, daring lagi,” tandasnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, Minggu (22/11), masih terdapat enam orang pasien Covid-19 asal Bangli menjalani isolasi. Empat orang menjalani isolasi di hotel yang disediakan pemerintah. Dua orang dirawat di RSU Bangli.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news