Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Soal PTM Awal Tahun Depan, Kuncinya di Penerapan Prokes

23 November 2020, 21: 32: 40 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Soal PTM Awal Tahun Depan, Kuncinya di Penerapan Prokes

Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama (CHAIRUL AMRI SIMABUR)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah memberikan lampu hijau bagi sekolah-sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka atau PTM. Sejauh ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) masih menimbang-nimbang kebijakan tersebut.

Di sisi lain, DPRD Bali menyetujui rencana digelarnya PTM di masing-masing sekolah. Sepanjang pelaksanaannya disertai dengan konsistensi dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Ini sebagaimana pandangan yang disampaikan Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama, merespon wacana di dunia pendidikan yang sedang bergulir tersebut. “Saya kira sudah saatnya itu (PTM). Yang perlu diperhatikan selalu, bagaimana protokol kesehatan itu harus tetap dipenuhi,” tegas Adi Wiryatama, Senin (23/11).

Menurutnya, PTM penting untuk dilakukan. Khususnya untuk memastikan efektivitas belajar mengajar antara para pendidik dengan anak didik atau siswa. “Karena untuk getoktularkan Sesutu, kalau tidak melihat langsung wajah orang, kadang-kadang artinya beda. Tidak sama yang ditangkap oleh siswa,” jelasnya.

Disinggung mengenai kekhawatiran bila kebijakan itu akan memicu kemunculan klaster baru, Adi Wiryatama mengaku punya pandangan yang berbeda. Menurutnya, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, adaptasi kebiasaan baru menjadi kunci dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

“Saya berpikir berbeda. Kalau Covid-19 ini terus-menerus (ada), sampai sepuluh tahun begitu umpamanya, bagaimana? Maka harus dihadapi. Masyarakat harus membiasakan diri. Kalau pemerintah menginstruksikan sesuatu jangan ditanggapi beda. Pemerintah dan masyarakat harus sejalan. Membiasakan diri. Adaptasi. Saya yakin bisa keluar dari situasi (sulit) ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Disdikpora Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa menyebutkan bahwa pihaknya pada prinsipnya sudah siap menerapkan PTM. Bahkan, pihaknya juga sudah menyiapkan pedoman PTM.

Meski begitu, pihaknya akan tetap mempertimbangkan dengan matang soal pelaksanaan PTM tersebut. Sebagaimana sinyal yang diberikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) belum lama ini. Hal itu semata-mata untuk menghindari risiko sekolah sebagai klaster baru dalam penyebaran Covid-19.

“Pastinya nanti Pak Gubernur akan membuat surat edaran untuk merespon kebijakan pusat ini. Kami juga tidak ingin, begitu menteri berikan siaran pers, terus kami ujug-ujug buka sekolah, akhirnya menambah klaster baru. Klaster pasar sudah, klaster kantor sudah, nanti ada klaster sekolah. Kami tidak ingin seperti itu,” jelas Boy Jayawibawa.

Boy menegaskan, kesiapan yang dia maksud adalah dari sisi tata laksana PTM nantinya. Terutama disesuaikan dengan penerapan prokes yang telah dimuat ke dalam petunjuk teknis (juknis) yang telah selesai disusun pihaknya pada Agustus 2020 lalu.

Yang jelas, sambung dia, perkembangan kebijakan pemerintah pusat di bidang pendidikan ini, akan dilaporkan pihaknya kepada Gubernur Bali yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19. “Tentu kami akan laporkan juga perkembangan ini ke Gubernur. Terutama mengenai revisi poin pertama itu. Tidak lagi melihat zona,” pungkasnya.

(bx/hai/aim/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news