Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Kisah Jro Wayan Dersi, Ibu Youtuber Puja Astawa

Dulu Hidup Susah, Kini Punya Banyak Fans

24 November 2020, 18: 18: 29 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kisah Jro Wayan Dersi, Ibu Youtuber Puja Astawa

Jro Wayan Dersi, Ibu Youtuber Puja Astawa (DIAN SURYANTINI FOR BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Ketika muncul di channel Youtube, siapa yang tak kenal dengan sosok perempuan sederhana ini. Dengan kesederhanaannya, Jro Wayan Dersi (73) yang merupakan ibu dari Youtuber dan selebgram Bali Puja Astawa terkenal dengan ciri khasnya yang spontan saat berdialog dalam video. Jro Wayan Dersi ini terkenal lewat adegan-adegan video yang digarap Puja Astawa. Karakternya yang kocak dan terkadang galak ini disukai banyak netizen. Dersi yang dahulu adalah seorang penari arja ikut menikmati berkah bermain film pendek. Bahkan pada masa pandemic, penghasilannya di usia senja malah tak pernah surut saat bekerja dengan anak keduanya yang seorang fotografer.

Ditemui di rumahnya di Jalan Teratai Gang V Nomor 4 Kelurahan Banyuasri  Kecamatan/Kabupaten Buleleng pekan lalu, dia sedang dibangunkan oleh suaminya I Gusti Gede Sueca. Perempuan 73 tahun ini masih tampak sehat dan energik di usia senjanya. Dia pun mengaku masih tetap berjualan jajan Bali di pasar meskipun kini sudah ada penghasilan lebih besar menjadi selebgram. “Saya masih berjualan di pasar. Saya tidak bisa diam saja. Kalau diam, ada yang kurang,” kata dia sambil tertawa renyah hingga memperlihatkan kerutan di wajahnya yang masih terlihat cantik.

Ibu tiga anak ini mengaku tak menyangka jika kini bisa dikenal banyak orang. Dia pun sering disapa dan diajak foto bareng oleh orang yang tak dikenalnya. Terlebih saat melakoni aktivitas kesehariannya sebagai pedagang jajan tradisional Bali di pasar. “Saya tidak menyangka bisa terkenal seperti sekarang. Video anak saya banyak yang nonton. Padahal itu awalnya hanya iseng-iseng pas anak saya pulang dari Denpasar karena ada gempa diajak buat video,” jelasnya.

Video pendek karya Puja Astawa pada tahun 2018 lalu memang sangat cepat meroket dengan konten lawakan yang sangat dekat dengan masalah kehidupan nyata. Awal yang baik dengan followers 405 ribu, ia mulai kembajiran job. Karya yang konsisten mengemas dengan lawakan dan pesan moral semakin hari semakin ditunggu untuk ditonton. Rezeki yang didapatkan Puja Astawa pun mengalir kepada ibunya yang sering dilibatkan dalam penggarapan video pendek bermuatan endorse maupun yang non endorse. Wayan Dersi mengaku tak kesulitan memerankan sosok meme yang diarahkan oleh anaknya. “Kemarin saya juga buat video sama bapak Bupati Badung sampai ditanya kok meme bisa padahal tidak belajar. Ya karena saya dulu lama menjadi penari arja,” katanya.

Perempuan dengan suara tinggi dan keras ini pun tak memungkiri jika dalam proses pembuatan video pendek terjadi pengambilan gambar berulang kali sampai ketemu adegan, lafal hingga ekspresi yang pas. “Ya kalau kurang pas diulang, sering garap dari pagi sampai malam dalam satu video. Kadang saya pas ditonton orang banyak suka grogi jadi harus ngulang-ngulang. Kalau di rumah juga sama. Meskipun tidak grogi, tapi kalau ada yang kurang pas diulang sama kadek,” imbuh dia.

Puncak ketenarannya saat ini tak membuat Wayan Dersi silau, meski kini kondisi keuangannya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan di hari tua. Bahkan dia pun tak mau melepaskan aktivitasnya sebagai pedagang jajan tradisional di pasar yang memang menjadi jalan pintu rezeki untuk menyekolahkan tiga anak hingga sarjana.

Di balik kesuksesannya saat ini, ternyata Wayan Dersi merupakan sosok perempuan pejuang keluarga yang sangat hebat. Sejak belia dia memang aktif berkesenian di kampungnya. Bersama remaja lain, Dersi bergabung dalam sekaa arja. Dia pun mendapatkan peran sebagai mantri buduh. Kesenian arja yang menonjolkan seni tari dan tembang ini membuatnya dapat meraup sedikit rezeki untuk bekal di masa belia. Dia pun melakoni perannya sebagai penari arja hingga berusia 21 tahun dan dipersunting oleh suaminya Gusti Sueca pria asal Kabupaten Karangasem.

Namun setelah menikah, cobaan rumah tangga yang dihadapinya cukup berat. Hidup susah serba kekurangan dirasakannya. Pernah tidak memasak tiga hari karena tak punya uang hingga pindah rumah delapan kali sampai punya tempat tinggal di rumahnya saat ini. “Saking susahnya, saya pernah tinggal di kandang sapi. Pernah juga rumah saya hanyut terbawa banjir. Sampai tinggal di rumah ini, sudah delapan kali saya pindah rumah,” kenangnya.

Hingga pada tahun 1981, wanita kelahiran tahun 1947 ini memutuskan untuk berjualan di pasar, membantu perekonomian keluarga karena gaji suaminya sebagai pekerja kasar hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tinggal dekat dengan pasar besar di Buleleng akhirnya membawa perubahan pada perekonomian keluarga Dersi. Meskipun aktivitas berdagang dan menyiapkan segala bahan dilakoninya sejakpukul 03.00 Wita setiap hari. Jika seluruh jajanannya telah matang tepat pukul 05.00 Wita, Wayan Dersi berangkat ke pasar dan siap menjual jajannya hingga pukul 13.00 Wita. Dari hasil kerja kerasnya berjualan jajan tradisional Bali, dia mampu menamatkan ketiga anaknya hingga sarjana.

Kesuksesan yang diraih anak-anaknya saat ini pun tetap dijaganya agar tidak menjadi pibadi yang sombong. Wayan Dersi pun menolak untuk selesai berjualan di pasar. Padahal dari segi financial anak-anaknya sudah tak kekurangan menafkahi dia dan suaminya. “Saya tidak mau langsung selesai, biar tidak ada anggapan orang-orang baru terkenal selesai berjualan. Saya ya begini saja seperti dulu, biar bisa bersilaturahmi juga sama teman-teman, cari hiburan ngobrol saat berdagang kalau di rumah terus sumpek juga,” tuturnya.

Padahal penghasilannya dari berjualan jajan tradisional tidaklah seberapa jika dibandingkan honor yang diberi anaknya Puja Astawa. Terlebih saat ini masih musim pandemi. Penghasilannya berjualan jajan tradisional merosot tajam. Daya beli masyarakat dirasanya sangat menurun. “Sejak korona ini memang turun sekali. Setahun lalu biasanya buat jajan 10 kg ,sekarang hanya 3 kg. Itu pun kadang sisa,” jelasnya.

Berkat ketenarannya leat video-video pendek itu, Men Dersi pun turut memiliki fans. Bahkan hingga ke Lombok. Baru-baru ini ada seseorang dari Jawa yang sengaja datang ke rumahnya hanya untuk berswafoto. Saat ditanya, ia mengatakan adalah fans berat dari Men Dersi. “Sampai ada yang cari saya ke sini, katanya fans saya. Saya bersyukur banyak yang sayang saya,” kata dia.

(bx/dhi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news