Kamis, 21 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Cegah Penyebaran Covid-19, Denpasar Genjot Layanan Berbasis Smart City

27 November 2020, 06: 00: 59 WIB | editor : Nyoman Suarna

Cegah Penyebaran Covid-19, Denpasar Genjot Layanan Berbasis Smart City

PELAYANAN PERIZINAN : Enam inovasi DPMPTSP siap jadi pilihan masyarakat Kota Denpasar di tengah pandemi Covid-19. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh wilayah negeri ini membuat seluruh pelayanan harus bertransformasi. Langkah Pemkot Denpasar terus menggenjot digitalisasi pelayanan berbasis Smart City rupanya menjadi jawaban atas situasi saat ini. Hal ini pula yang menjadi solusi atas kendala pelayanan pada masa pandemi seperti sekarang.

Pelayanan perijinan di Kota Denpasar selain dikenal one stop shoping atau pelayanan terpadu satu pintu, juga bergerak mengikuti arus digitalisasi. Sejak Denpasar Smart City mulai digaungkan. Perlahan namun pasti, seluruh OPD di lingkungan Pemkot Denpasar terus berbenah. Digitalisasi pun menjadi kunci sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dioptimalkan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPMPTSP) Kota Denpasar, IB Benny Pidada Rurus, menjelaskan, pandemi Covid-19 saat ini memang memaksa kita untuk bertransformasi. Penerapan pelayanan dengan standar protokol kesehatan secara otomatis meminimalisir adanya tatap muka sebagai ciri khas pelayanan manual. Karenanya, pelayanan online (daring) menjadi alternatif sekaligus bentuk tranformasi digital sektor pelayanan perizinan.

"Pada intinya pelayanan publik tidak boleh terhenti meski di tengah pandemi. Pelayanan kepada masyarakat harus dipastikan berjalan baik, terlebih di bidang perizinan sebagai pintu masuk awal investasi dan tumbuhnya perekonomian suatu daerah," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam memberikan pelayanan perizinan dan non perizinan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Denpasar sudah menggunakan beberapa aplikasi online sebelum adanya pandemi Covid-19 sehingga pada masa pandemi saat ini, manfaat aplikasi online tersebut bisa lebih luas menjangkau kebutuhan pelaku usaha.

Adapun aplikasi online tersebut yakni, pertama adalah Online Single Submission (OSS). Dengan menggunakan URL oss.go.id Online Single Submission Aplikasi online yang digunakan untuk menerbitkan perizinan berusaha (izin usaha dan/atau izin operasional) berdasarkan PP 24 Tahun 2018.

Yang kedua adalah Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG). Dengan menggunakan URL simbg.pu.goid, Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung Aplikasi online yang digunakan untuk menerbitkan IMB dan SLF.

Ketiga adalah Sicantik Cloud. Dengan menggunakan URL sicantikui.layanan.go.id, Aplikasi Cerdas Layanan Perizinan Terpadu untuk Publik Aplikasi online yang digunakan untuk menerbitkan persetujuan izin usaha dan/atau persetujuan izin operasional dari OSS serta izin yang belum dilayani melalui OSS.

Keempat adalah Sistem Informasi Perizinan Online (SIPON). Dengan menggunakan URL perijinan.denpasarkota.go.id/online, Sistem Informasi Perizinan Online ini merupakan aplikasi online yang digunakan untuk menerbitkan perizinan daftar ulang/perubahan.

Kelima adalah Sistem Informasi Manajemen ber Tanda-Tangan Digital (SIMTTD). Dengan menggunakan URL pelayanan.denpasarkota.go.id, Sistem Informasi Manajemen ber Tanda-Tangan Digital ini merupakan aplikasi online yang digunakan untuk menerbitkan perizinan sektor kesehatan, dimana sertifikat izinnya sudah bertanda-tangan elektronik.

Terakhir adalah Sistem Informasi Monitoring Pemantauan Pembinaan dan Pengawasan (SIMPANAS). Dengan menggunakan URL pelayanan.denpasarkota. go.id/dalak/,  Sistem Informasi Monitoring Pemantauan Pembinaan dan Pengawasan merupakan aplikasi online yang khusus digunakan oleh Bidang DALAK pada DPMPTSP Kota Denpasar untuk melakukan monitoring, pemantauan, pembinaan dan pengawasan penanaman modal.

"Tentunya aplikasi atau layanan berbasis digitalisasi ini memiliki tujuan utama untuk memberikan pelayanan perizinan dan non perizinan secara cepat, mudah, akurat, transparan dan akuntabel, sehingga dapat tercapainya efisiensi waktu dan biaya baik bagi pelaku usaha maupun bagi DPMPTSP itu sendiri," jelasnya.

Pihaknya pun berharap dengan adanya pelayanan berbasis digitalisasi ini, dapat menjadikan Kota Denpasar menjadi daerah yang memiliki daya tarik untuk berinvestasi sehingga tak hanya geliat perekonomian yang bergerak, ketersediaan lapangan pekerjaan pun dapat dioptimalkan.

"Kami berharap pelaku usaha terbiasa menggunakan aplikasi online untuk mendapatkan layanan perizinan dan non perizinan, sehingga dapat mengurangi tatap muka guna mencegah penyebaran virus Covid-19. Dan mudah-mudahan investasi di Kota Denpasar terus tumbuh untuk mendukung geliat ekonomi dan ketersediaan lapangan pekerjaan," pungkasnya.

(bx/dip/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news