Kamis, 21 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Ledakan Mercon Berujung Konflik Berdarah, Pelaku Ngaku Dipukul Korban

27 November 2020, 19: 28: 06 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Ledakan Mercon Berujung Konflik Berdarah, Pelaku Ngaku Dipukul Korban

BUKTI : Polisi menunjukkan barang bukti badik alias tah yang digunakan tersangka Ketut Mudrayasa menghabisi nyawa korban Gede Mertayasa alias Tangkas. (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Ledaksan mercon saat tahun baru rupanya menjadi awal pemicu konflik antara korban Gede Mertayasa alias Tangkas dengan Ketut Mudrayasa.

Keduanya pun kerap terlibat percekcokan hingga berujung tewasnya korban Tangkas, setelah dianiaya Mudrayasa di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa/Kecamatan Kubutambahan beberapa waktu lalu.

Pengakuan itu muncul dari mulut Ketut Mudrayasa saat ditemui di Mapolres Buleleng, Jumat (27/11) siang. Kepada awak media, Mudrayasa mengaku sempat bertengkar dengan korban. Pasalnya, korban Tangkas merasa terganggu dengan adanya suara ledakan mercon yang dituding dibuat oleh tersangka Ketut Mudrayasa.

“Padahal saat tahun baru itu saya tidak pernah menyalakan mercon. Tapi kok saya yang dituduh menyalakan mercon. Nah, sejak itu hubungan kami semakin tidak baik,” tuturnya kepada awak media.

Perselisihan terus berlanjut. Hingga puncaknya Senin (16/11) lalu. Korban kembali merasa tersinggung ketika adik pelaku Mudrayasa menggeber motor tepat di depan rumahnya. Korban yang jengkel pun langsung mendatangi pelaku di rumahnya, dengan maksud untuk menanyakan maksud sang adik geber motor tepat di rumahnya.

“Dia (korban Gede Mertayasa) membuka pintu rumah, dan langsung memukuli saya dua kali divbagian pelipis. Saat itu saya sedang bikin tali pancing sambil minum-minum. Tanpa ngomong apa-apa saya langsung dipukul. Ya, akhirnya saya kalap, langsung mengambil badik dan menganiaya dia,” terangnya. 

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto menjelaskan, dari hasil penyelidikan dan penyidikan,  menegaskan kasus pembunuhan ini murni dilakukan oleh tersangka Ketut Mudrayasa seorang diri.

“Ini kasus tunggal. Hubungan  mereka sebelumnya memang tidak cocok antar tetangga. Kadang korban yang buat masalah, kadang tersangka yang buat masalah, jadi memang sudah ada perselisihan,” jelasnya. 

Akibat kejadian ini, tersangka Ketut Mudrayasa dijerat dengan Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. 

Kasus pembunuhan ini terjadi di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa/Kecamatan Kubutambahan Buleleng, Senin (16/11) sore sekira pukul 17.30 Wita. Seorang pria bernama Gede Mertayasa alias Tangkas, 38, tewas dengan kondisi tubuh penuh luka menganga akibat disabet benda tajam berupa badik alias tah. 

Kasus pembunuhan ini terjadi di rumah pelaku, bernama Ketut Mudrayasa, 32, sekira pukul 17. 30 Wita. Dimana korban saat itu mendatangi rumah pelaku. Setibanya di rumah pelaku, tepatnya di depan pintu rumah, korban langsung dianiaya oleh pelaku, menggunakan badik.

Berdasarka  hasil pemeriksaan luar dokter forensik RSUD Buleleng, ditemukan ada lebih dari 10 luka terbuka akibat benda tajam di tubuh korban. Seperti di bagian  kepala, dada, punggung, hingga lengan korban.

Dari sejumlah luka terbuka itu, ada satu luka yang ukurannya cukup panjang, yakni lebih dari 20 sentimeter, yang terletak di bagian dada kanan hingga ke pinggang korban. Luka terbuka itu menyebabkan isi perut korban terburai keluar. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news