Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Koster Ungkap Peran Desa Adat Tangani Covid-19 ke Dubes Austria

28 November 2020, 06: 00: 59 WIB | editor : Nyoman Suarna

Koster Ungkap Peran Desa Adat Tangani Covid-19 ke Dubes Austria

DISKUSI COVID: Gubernur Koster bersama Dubes Austria untuk Indonesia, Johannes Peterlik, berdiskusi mengenai penanggulangan pandemi Covid-19, di Jayasabha, Jumat (27/11). (HUMAS PEMPROV BALI FOR BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gubernur Bali Wayan Koster berbagi pengalaman dengan Duta Besar (Dubes) Austria untuk Indonesia, Johannes Peterlik, terkait penanganan pandemi Covid-19 di Pulau Dewata yang dari hari ke hari tingkat kasus penularannya menunjukkan tren penurunan.

"Kami betul-betul kerja keras untuk menurunkan tingkat infeksi harian yang Astungkara kini sudah terus menurun. Tingkat kesembuhan juga ada di angka 91 persen. Ditambah tingkat kematian yang terkendali," ujar Koster saat menerima Dubes Austria di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Jumat (27/11).

Dia menyebutkan, peran desa adat melalui perarem atau aturan adat sangat besar, karena turut membantu terciptanya disiplin protokol kesehatan (prokes) pada masyarakat sesuai kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah.

"Karena itu, kalau dibanding daerah lain, Bali termasuk baik dalam penangan pandemi Covid 19. Disiplin masyarakatnya sudah bagus," sebutnya.

Di sisi lain, dia juga tidak memungkiri, mewabahnya pandemi virus yang bermula di Wuhan, Tiongkok ini menimbulkan dampak luar biasa terhadap perekonomian Bali yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.

"Sejak Maret lalu, kami di Bali zero tourism, karena kebijakan menutup penerbangan. Sekarang mulai membaik karena wisatawan domestik mulai masuk. Meskipun ekonomi masih minus. Kami harapkan akhir tahun ini ada peningkatan lagi karena ada libur akhir tahun," ujarnya berharap.

Apabila penerbangan internasional dibuka kembali, Koster menyatakan kesiapan Bali untuk menerima kunjungan wisatawan asing dengan segala hal yang diperlukan.

"Kami sudah siap sebenarnya. Tinggal sekarang kebijakan pusat dan negara lain bagaimana? Kebijakan penerbangan sampai protokol kesehatan diterapkan dengan disiplin di Bali," ujarnya.

Sementara itu, Dubes Johannes Peterlik yang baru bertugas sejak Agustus lalu mengatakan, dia terkesan dengan penanganan pandemi Covid 19 di Bali. Hal ini ditunjukkan dari data yang terus membaik.

"Saya sangat tertarik dengan perkembangan Bali belakangan ini yang tentu punya tempat khusus bagi warga di Eropa," kata Johannes.

Pria yang sempat menjabat dubes di sejumlah negara ASEAN ini mengaku, untuk Eropa sendiri termasuk Austria, kasus Covid-19 menunjukkan tren meningkat. Bahkan Austria kini tengah lockdown total.

Bahkan dia mengungkapkan, angka infeksi sempat menyentuh sepuluh ribu orang dalam sehari di negara berpenduduk 8 juta jiwa tersebut.

"Selepas lockdown dibuka, saya pikir akan banyak warga Eropa yang ingin bepergian ke Bali, asalkan lewat kebijakan ketat," sarannya.

Dia juga berharap, ke depan Indonesia, khususnya Bali dan Austria, bisa lebih meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.

"Kami juga punya beberapa konsep penggunaan energi bersih yang saya kira bisa membantu kebijakan-kebijakan pemerintah Bali," pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news