Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Abaikan Prokes, 10 Tempat Nongkrong Didenda

29 November 2020, 18: 50: 06 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Abaikan Prokes, 10 Tempat Nongkrong Didenda

SIDAK : Petugas saat melakukan sidak terhadap tempat nongkrong di wilayah Singaraja, Sabtu (28/11) malam.  (istimewa)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Tim Yustisi di Buleleng terus bergerilya melakukan penindakan bagi masyarakat maupun pengusaha yang belum menerapkan protokol kesehatan (Prokes). 

Hasilnya, sebanyak 10 pengusaha kuliner, yang berjualan di wilayah Kota Singaraja, masing-masong disanksi Rp 1 juta. 10 pengusaha tersebut mengabaikan penerapan protokol kesehatan, yang mengakibatkan terjadinya kerumunan.

Tim gabungan yang terdiri dari anggota Polsek Kota Singaraja, TNI dan Satpol PP Buleleng diterjunkan untuk melakukan sidak, Sabtu (28/11) malam.

Pengerahan aparat gabungan bukanlah tanpa alasan. Mengingat petugas mendapat keluhan dari masyarakat lantaran sering ditemukan kerumunan di tempat nongkrong.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol I Made Santika saat dikonfirmasi Minggu (29/11) menjelaskan, sidak menyasar beberapa tempat nongkrong yang ada di Pantai Penimbangan, Pantai Camplung, dan Jalan Serma Karma.

Dari hasil sidak itu Kompol Santika menyebut, pelanggaran protokol kesehatan paling banyak ditemukan di sebelah timur Pantai Penimbangan.

Tim gabungan mendapati banyak pengunjung yang ditemukan berdesak-desakan serta tidak menggunakan masker. Mereka pun langsung diberikan pembinaan untuk patuh menerapkan protokol kesehatan selama pandemi, lalu dibubarkan paksa.

"Ada sembilan pemilik kafe yang berjualan di sebelah Timur Pantai Penimbangan terbukti melanggar protokol kesehatan. Sementara satu pelanggar lainnya adalah pemilik kafe di Jalan Serma Karma. Mereka sudah kami bina, namun tetap diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku," jelasnya.

Di sisi lain, Kasi Trantib dan Pol PP Kecamatan Buleleng, Amin Rois mengungkapkan, 10 pengusaha kuliner yang melanggar protokol kesehatan itu diberi sanksi denda masing-masing Rp 1 juta. Besaran denda tersebut  sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 41 Tahun 2020 tentang penegakan protokol kesehatan.

Dikatakan  Rois, saat ditindak, para pengusaha itu mengaku belum bisa membayar dendanya langsung, karena belum memiliki uang. Pihaknya pun memaklumi. Namun, mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan akan membayar denda tersebut selama satu minggu kedepan.

“Target kami bukan untuk mencari uang. Penindakan ini merupakan efek jera agar masyarakat dan pengusaha sadar akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 ini," singkatnya. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news