Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Jaksa Ngotot Lanjutkan Sidang Dadong Reji, Terkait Silsilah Keluarga

01 Desember 2020, 17: 04: 25 WIB | editor : Nyoman Suarna

Jaksa Ngotot Lanjutkan Sidang Dadong Reji, Terkait Silsilah Keluarga

SIDANG : Sidang pemalsuan surat dengan terdakwa dadong (nenek) Ni Ketut Reji (74) dan anaknya I Wayan Karma (52). (SUHARNANTO/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Majelis Hakim PN Denpasar pimpinan Wayan Gede Rumega, Selasa (2/12), melanjutkan sidang pemalsuan surat dengan terdakwa dadong (nenek) Ni Ketut Reji (74) dan anaknya I Wayan Karma (52). Jaksa penuntut umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan menolak keberatan (eksepsi) dari tim pembela terdakwa yakni Made Suardana dkk. "Eksepsi penasihat hukum terdakwa sudah masuk pokok perkara maka harus ditolak, sidang dilanjutkan," harap jaksa Lovi Pusnawan pada hakim.

Made Suardana  mengatakan, tanggapan jaksa hanya normatif dan sekadar mengikuti acara sidang  yang bersifat formalitas. "Kita lihat saja nanti di putusan sela mendatang," kata Made Suardana.

Ni Ketut Reji dan anaknya I Wayan Karma diajukan ke persidangan atas dakwaan menggunakan surat palsu sebagaimana diatur dalam Pasal 263 Ayat 2 KUHP.  Hal itu bermula  pada Senin 20 Januari 2020 di rumah Sutarja, di Jalan Yoga Perkanthi, dadong Reji dan  I Wayan Karma  menunjukkan foto copy silsilah keluarga yang dibuat Ni Sorti (alm), 8 Agustus 1981.  Melalui kuasa hukumnya I Ketut Nurana dkk mengirimkan somasi  dengan melampirkan keterangan silsilah keluarga tanggal 8 Juni 1981 yang dibuat Ni Sorti pada Ketut Sutarja dan Wayan Sumerta. Somasi itu ditembuskan  ke BPN Badung, Camat Kuta Selatan dan Desa Jimbaran. Intinya, dalam somasi itu  menerangkan telah terjadi perbuatan melawan hukum yang dilakukan Wayan Kawit (ayah Sutarja), Sutarja bersama pejabat Desa Jimbaran terkait terbitnya silsilah. Sedangkan fotocopy surat keterangan silsilah keluarga tanggal 8 Juni 1981; yang sibuat Ni Sorti (alm); pada pokoknya menerangkan terdakwa Reji dan Karma adalah ahli waris dari Ni Pitik (alm). Namun kenyataannya Reji dan Karma tidak memiliki silsilah asli keluarga tanggal 8 Juni 1981 yang dibuat oleh Ni Sorti. Terdakwa hanya punya fotokopian. Reji dan Karma juga telah tahu ada putusan MA 1989 yang menyatakan penggugat I, Jegeg ( kakek Sutarja) sebagai ahli waris dari Ni Pitik. Namun Reji dan Karma tetap menggunakan silsilah keluarga tanggal 8 Juni 1981 yang dibuat Sorti (alm).  Akibat perbuatan kedua terdakwa, Sutarja merasa  nama baiknya tercemar dianggap telah memalsukan silsilah keluarga dan tidak dapat mempergunakan hak tanah warisan dari Ni Pitik.

(bx/har/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news