Rabu, 20 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Ditinggal Sembahyang Rumah Ludes Terbakar

01 Desember 2020, 19: 54: 30 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Ditinggal Sembahyang Rumah Ludes Terbakar

API : Petugas Damkar PLTU Celukan Bawang dibantu warga sekitar, berusaha memadamkan api yang melahap sebuah rumah di Desa Tinga-tinga, Buleleng.  (istimewa)

Share this      

GEROKGAK, BALI EXPRESS-Sebuah rumah semi permanen  di Banjar Dinas Juntal, Desa Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak, hangus terbakar, Senin (30/11) malam. Rumah milik I Gusti Made Anom, 76,  terbakar setelah ditinggal pergi untuk bersembahyang. Akibatnya, pemlik merugi hingga puluhan juta rupiah.

Peristiwa terbakarnya bangunan berukuran 6 x 9 meter itu diketahui terjadi sekitar pukul 20.00 Wita. Kala itu, penghuni rumah Gusti Made Anom sedang pergi untuk melakukan persembahyangan di rumah keluarganya yang berjarak 1 kilometer dari tempat kejadian perkara.

Kobaran api pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Putu Parisuda, 33, yang juga adalah tetangga Made Anom. Saat itu, Parisuda sudah melihat api menjalar di bagian atap rumah korban dengan cepat.

Parisuda pun langsung berteriak minta bantuan. Sejumlah warga setempat pun berusaha untuk bisa memadamkan api dengan peralatan seadanya. Apa daya, kobaran api malah semakin membesar. Warga pun kemudian menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) PLTU Celukan Bawang. 

Berselang 30 menit petugas Damkar PLTU Celukan Bawang mendatangi lokasi. Tim berusaha memadamkan kobaran api dengan melakukan penyemprotan, agar api tidak menjalar ke beberapa bangunan rumah yang berada di sekitarnya.

Setelah  satu jam ditangani, api akhirnya bisa dipadamkan. Sayang, seluruh barang yang ada di dalam rumah tersebut sudah ludes terbakar.

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Kawasan Laut Pelabuhan Celukan Bawang, AKP Made Suwandra mengatakan, penyebab kebakaran rumah milik Gusti Made Anom tersebut masih dalam proses penyelidikan. Namun, kuat dugaan sementara, penyebab kebakaran  karena percikan api dupa yang mengenai tempat tidur.

Mengingat, sebelumnya pemilik rumah meninggalkan rumah pukul 17.00 Wita dan sempat melakukan persembahyangan di plangkiran yang ada di dalam rumah. "Diduga karena api dupa yang jatuh ke kasur yang ada di bawah plangkiran. Saat kejadian, rumah kosong ditinggal pemiliknya sembahyang di rumah keluarga," ungkap AKP Suwandra.

Dari hasil identifikasi, barang-barang yang ludes terbakar di dalam rumah tersebut, empat buah kasur, dua buah lemari, speaker, setrika, perhiasan emas, dan barang berharga serta perabotan lainnya. Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 60 Juta. 

"Kami mengimbau agar masyarakat selalu waspada jika menyalakan dupa ketika sembahyang, apalagi meninggalkan rumah dalam kondisi kosong dan ada dupa menyala. Kalau membakar dupa upayakan jauh dari barang-barang yang mudah terbakar," ujar AKP Suwandra.

Sementara Camat Gerokgak Made Juartawan, tidak menampik terjadi kebakaran salah satu rumah milik warganya di Desa Tinga-tinga. Usai menerima informasi, ia bersama BPBD Buleleng langsung datang ke lokasi untuk mengecek kondisi rumah milik Gusti Made Anom dan memberikan bantuan.

"Saya lihat langsung kondisi rumah korban yang terbakar. Syukurnya, saat kejadian penghuni sedang tidak berada di rumah, sehingga tidak ada korban. Kami pun sudah menyampaikan hal ini ke sejumlah instansi terkait agar korban dapat diberikan bantuan," pungkas Juartawan. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news