Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Gede Dana Siapkan Paket Bantuan, Jika Terpilih Jadi Bupati

01 Desember 2020, 20: 29: 59 WIB | editor : Nyoman Suarna

Gede Dana Siapkan Paket Bantuan, Jika Terpilih Jadi Bupati

Calon bupati Karangasem nomor urut 1, Gede Dana (ISTIMEWA)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS - Calon bupati Karangasem nomor urut 1, Gede Dana, menegaskan komitmennya untuk membangun kabupatennya dari kawasan pinggiran. Dari desa, desa adat, banjar adat, sampai dengan subak.

Untuk merealisasikan komitmen itu, bila terpilih dalam Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang, Gede Dana akan membuat sejumlah program bantuan yang anggarannya bersumber dari APBD Karangasem.

Komitmen itu dia sampaikan, Selasa (1/12), di Sekretariat Tim Pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati Karangasem nomor urut 1, Gede Dana-Wayan Artha Dipa (Dana-Dipa).

Dia menyebutkan, komitmen itu sebagai upaya untuk melaksanakan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Karangasem. “Untuk mewujudkan Karangasem Era Baru,” tegasnya.

Visi itu, kata dia, akan dilaksanakan melalui program-program prioritas sebagai terobosan pembangunan yang lebih berpihak kepada desa, desa adat, banjar adat, dan subak.

 “Mengingat sebagian besar masyarakat tinggal dan menjalankan kehidupan sehari-harinya di desa sebagai petani, nelayan, pedagang, usaha kecil menengah, dan buruh,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan desa, desa adat, banjar adat, dan subak akan mempercepat peningkatan perekonomian yang ujungnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 “Pembangunan tersebut membutuhkan anggaran yang lebih memadai. Karena itu, Dana-Dipa akan meningkatkan alokasi anggaran untuk desa, desa adat, banjar adat, dan subak,” sebutnya.

Dia menjabarkan, dana desa akan ditingkatkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD) menjadi 15 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU). Sebelumnya hanya ada pada posisi sepuluh persen.

Dengan peningkatan alokasi tersebut, desa akan menerima ADD rata-rata dengan peningkatan menjadi Rp 1,2 miliar. “Tahun ini hanya sebesar Rp 800 juta per desa,” beber mantan Ketua DPRD Karangasem ini.

Dengan peningkatan itu, penghasilan tetap kepala desa atau perbekel juga akan meningkat. Dari Rp 2,5 juta per bulan, pada tahun ini menjadi Rp 3.750.000 per bulan.

 “Kedua, bantuan untuk desa adat akan ditingkatkan menjadi Rp 75 juta per desa adat. Di tahun ini hanya Rp 30 juta perdesa adat,” tegasnya. “Selanjutnya, bantuan untuk banjar adat akan ditingkatkan menjadi Rp 30 juta per banjar adat dari Rp 13 juta per banjar adat di tahun ini,” imbuhnya.

Selanjutnya, sambung dia, bantuan untuk subak akan ditingkatkan menjadi Rp 15 juta dari Rp 6 juta per subak di tahun ini. “Secara keseluruhan (program bantuan itu) memerlukan tambahan anggaran yang totalnya sekitar Rp 75 milyar lebih dalam APBD Karangasem untuk dialokasikan kepada 78 desa, 190 desa adat, 735 banjar adat, dan 293 subak,” kata Gede Dana.

Dia optimis, tambahan anggaran itu bisa terpenuhi. Menurutnya, setelah menghitung pengelolaan APBD. Ditambah lagi dengan estimasi peningkatan PAD atau pendapatan asli daerah. Serta efisiensi beberapa program yang tidak produktif, tidak tepat sasaran, dan tidak berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 “Selama ini postur APBD tidak dirancang secara cermat, tidak fokus, tidak terarah, dan tidak ada prioritas yang jelas,” sebutnya.

Dia bahkan menyebutkan, komitmen membangun Karangasem dari pinggiran ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang dicetuskan Presiden Joko Widodo. Begitu juga dengan visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang dibawa Gubernur Bali Wayan Koster.

 “Dengan peningkatan anggaran itu, kami akan mengarahkan dengan petunjuk teknis penggunaan anggaran kepada desa, desa adat, banjar adat, dan subak agar benar-benar digunakan untuk program prioritas yang menjadi kebutuhan dengan memperhatikan potensi di wilayahnya masing-masing. Kemudian bantuan kelompok petani, kelompok nelayan, kelompok seni, kelompok UMKM, dan kegiatan yowana atau pemuda-pemudi,” pungkas Dana.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news