Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Dipolisikan, IM Bantah Adopsi Anak RR Secara Paksa

01 Desember 2020, 20: 57: 11 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dipolisikan, IM Bantah Adopsi Anak RR Secara Paksa

ILUSTRASI (DOK. JAWA POS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - IM yang dilaporkan oleh RR menampik telah mengadopsi bayi RR secara sepihak. Menurut pengakuan IM yang dikonfirmasi terpisah, justru RR yang dengan sukarela menyerahkan anaknya kepada dirinya. "Saya tidak ada merampas anak dia (RR), saya murni diberikan," ungkap IM, Selasa (1/12). 

IM kemudian menceritakan kronologi awal dia berkenalan dengan RR sampai membantu ibu kandung bayi tersebut hingga melahirkan. "Jadi RR didapatkan oleh ES, sopir taksi online. Saat bertemu dia yang cerita kepada ES kondisinya yang hamil dan pacarnya tidak mau tanggung jawab," ungkap IM. 

Karena prihatin, RR kemudian diperkenalkan kepada IM. Kemudian IM berminat mengadopsi anak RR ketika lahir. Menurut IM, karena dia dan istrinya kasihan terhadap kondisi RR, dia kemudian membantu RR dari proses sebelum melahirkan seperti memeriksa kandungan hingga mememuhi kebutuhan hidup RR sehari-hari seperti orang hamil normal pada umumnya. "Setelah bertemu, ia sempat menghilang. Kemudian satu bulan setelah melahirkan, RR menghubungi ES, apakah saya masih mau mengadopsi anaknya," kata IM. 

Setelah melahirkan, IM mengaku RR mau menandatangi surat pernyataan bermaterai yang dibuat oleh IM mengenai pengadopsian bayi tersebut. Surat itu kemudian ditandatangani oleh RR dan pacar barunya. 

IM menduga RR berubah pikiran setelah menceritakan masalahnya tersebut kepada keluarganya di Banten. "Dia awalnya menandatangani bersama pacar barunya. Dia mungkin berubah pikiran setelah keluarganya tahu masalahnya dan ingin merawat bayi tersebut. Karena sebelumnya, keluarganya tidak tahu masalahnya," beber IM.

IM membantah keras jika dirinya dianggap merampas bayi tersebut dari ibu kandungnya. Dia mengatakan hanya berniat membantu, karena kasihan dan tidak ada yang mengasuh bayi tersebut. "Kalau orang merampas kan seketika. Jadi ini saya sudah rawat, sudah saya periksa beberapa kali, saya kasih fasilitas dan tempat, saya hanya berniat mengasuh anak tersebut. Saya memang tidak tahu prosedur adopsi, niat saya menolong," akunya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, IM akhirnya mengembalikan bayi RR yang telah diberi nama Ketut B oleh IM setelah melakukan mediasi di Polda Bali, Senin (30/11). RR memang melaporkan IM ke Polda Bali dengan dugaan pengadopsian anaknya secara sepihak oleh IM.

RR dalam laporannya mengaku dipaksa menandatangi surat pernyataan bermaterai tersebut. Kendati anaknya sudah kembalikan, RR belum mau mencabut laporannya di Polda Bali dan berdamai.

Menurut Subdit PPA Polda Bali, prosedur pengadopsian anak harus melalui tahap pengajuan ke Dinas Sosial hingga tahap percobaan selama 6 bulan, dan pada ujungnya akan dipituskan oleh pengadilan apakah keluarga tersebut layak mengadopsi anak.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news