Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Pemprov Bali Sabet Tiga Penghargaan Kemenkumham

01 Desember 2020, 21: 16: 06 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pemprov Bali Sabet Tiga Penghargaan Kemenkumham

PENGHARGAAN: Kadis Kominfos Bali Gede Pramana dan Karo Hukum Ida Bagus Gede Sudarsana usai penyerahan tiga penghargaan kepada Pemprov Bali dari Kemenkumham. (HUMAS PEMPROV BALI FOR BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS –Pemprov Bali menyabet tiga penghargaan sekaligus dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Tiga penghargaan itu antara lain sebagai Anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Terbaik Nasional 2020 pada kategori provinsi. Selanjutnya, Bali dinobatkan sebagai provinsi dengan keanggotaan JDIH nasional yang memiliki laman JDIH yang terintegrasi seratus persen dengan portal jdihn.go.id.

Penghargaan ketiga diraih Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfos) Bali yang dinobatkan sebagai instansi pendukung fasilitas JDIH pada instansi pemerintah kabupaten/kota di wilayah Provinsi Bali. Ketiga penghargaan itu diterima Kadis Kominfos Bali Gede Pramana dan Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali Ida Bagus Gede Sudarsana.

Penyerahan penghargaan itu berlangsung dalam Pertemuan Nasional Pengelola JDIH dan Pemberian Penghargaan Anggota JDIHN Terbaik 2020 di Aula Prof. Mudjono, Kantor Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Jakarta, Kamis (26/11). Acara tersebut digelar secara hybrid. Kombinasi antara online dan offline agar memenuhi ketentuan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Menkumham Yassona Hamonangan Laoly yang hadir langsung di acara itu memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada instansi tingkat pusat, provinsi, sampai dengan kabupaten dan kota yang sukses mengelola JDIH.

“Dengan pengelolaan sistem informasi yang baik, maka peraturan-peraturan bisa diakses secara mudah dan cepat oleh stakeholder dan masyarakat. Bagi kami, informasi adalah sesuatu kekuatan. Karena dengan informasi, kami bisa mengambil keputusan secara cepat dan tepat,” jelasnya.

Ditambahkan, saat ini Indonesia tidak lagi bersaing dengan negara besar, namun yang dihadapi saat ini adalah negara cepat. Oleh sebab itu, kecepatan teknologi informasi adalah kekuatan untuk memenangkan pesaingan. “Saya sungguh sangat mengapresiasi provinsi, kabupaten, kota, dan instansi lain yang JDIH-nya sudah terintegrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Kemenkumham Benny Riyanto melaporkan, hingga 2020, JDIHN telah memiliki 1.650 anggota. Dan sebagai pusat JDIH, BPHN terus melakukan koordinasi dan pembinaan kepada anggotanya melalui kegiatan bimbingan teknis atau rapat koordinasi tingkat pusat maupun daerah.

Selain itu, sejak 2014 BPHN secara rutin memberikan apresiasi kepada anggota JDIH terbaik untuk beberapa kategori. Mulai dari instansi pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota. Penghargaan ini diharapkan dapat memacu semangat anggota JDIH lain untuk berlomba memajukan dengan inovasi dan kreativitas.

Ke depannya, dia ingin pengelolaan JDIH terus disempurnakan. Salah satunya melalui optimalisasi JDIH sebagai portal pencarian dokumen hukum dan basis data dokumen hukum yang mudah diakses, lengkap, akurat dan terpercaya.

Terkait tiga penghargaan yang berhasil diraih, Kadis Kominfos Gede Pramana, Selasa (12/11), menyampaikan, capaian ini akan menambah semangat jajaran Pemprov Bali khususnya Diskominfos untuk merealisasikan Bali Satu Data. Penghargaan ini juga akan menjadi modal semangat untuk pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektonik (SPBE) yang kokoh dan tangguh menuju tercapainya Bali Smart Island dengan enam komponen pokok yaitu Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi dan Jagat Kerthi. “Sebagaimana dituangkan dalam konsep Sad Maha Kerthi (Sistem Layanan Digital Manajemen Pemerintahan Terkolaborasi dan Harmoni Sad Kerthi),” ujar Pramana.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news