Kamis, 28 Jan 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Dewan Usul Program Pemurnian Anjing Kintamani Diulang

01 Desember 2020, 21: 25: 58 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dewan Usul Program Pemurnian Anjing Kintamani Diulang

ANJING KINTAMANI : Lokasi pemurnian anjing Kintamani yang diminta dilakukan pengulangan. (ISTIMEWA)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Program pemurnian anjing Kintamani yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli disorot anggota DPRD Bangli I Nengah Darsana. Darsana mengusulkan supaya pemurnian anjing tersebut diulang. Program pemurnian anjing yang ada sekarang dihapuskan, selanjutnya buat yang baru dengan perencanaan matang.

Hal itu diusulkan Darsana karena melihat pemurnian anjing yang ada sekarang kurang optimal. Hasil pun akhirnya tidak optimal. Ia menduga, pemerintah tidak memilih bibit anjing sesuai standar di awal menjalankan program. Asal comot anjing Kintamani. “Coba cek sekarang, kualitas anjingnya tidak maksimal,” tegas Darsana yang juga peternak anjing Kintamani itu, Selasa (1/12).

Dari sisi pemeliharaan, Darsana menyebutkan, kandangnya sudah termasuk luas. Dilengkapi ruang asimilasi. Namun masih ada beberapa bagian berlantai keramik. Selain lincin, hal tersebut dinilai tidak bagus untuk pertumbuhan kaki anjing.

Anjing yang dikandangkan areal kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bangli itu juga terlalu banyak, sekitar 15 ekor. Semuanya seperti kurang mendapatkan perhatian, sehingga terlihat agresif.  “Kasihan anjingnya,” kata Darsana.

Politikus asal Desa Landih, Bangli itu menyarankan pemerintah lebih serius menjalan program tersebut. Salah satu caranya dengan melakukan pemurnian ulang. Mulai dari menyiapkan kandang, memilih bibit yang bagus, pemeliharaan hingga proses pemurnian sampai menghasilkan bibit unggul dilakukan dengan serius dan sesuai standar. Tidak perlu memelihara banyak. Cukup sepasang sesuai masing-masing bulu ras anjing Kintamani yang diakui. Yakni putih, coklat, hitam dan anggrek. “Harapan ke depan, pemkab fokus karena seperti kita ketahui, anjing Kintamani adalah anjing ras asli Indonesia, satu-satunya di Bali, bahkan di Bangli,” tegas Darsana.  Apabila ras anjing tersebut tidak mendapat perhatian dari pemerintah, dikhawatirkan tidak lama kemudian kualitas anjing Kintamani tidak sesuai standar aslinya.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli I Wayan Sarma mengakui memang ada wacana melakukan pemurnian ulang.  Salah satu penyebabnya adalah anjing yang ada di kendang sekarang tua. Rata-rata 10 tahun. Tetapi untuk pemurnian ulang harus ada kesiapan dari sisi anggaran.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news